Home / HOLISTIC LIVING / 6 Tanda Anda “Berhutang” Tidur pada Tubuh
beautiful girl sleeps in the bedroom
beautiful girl sleeps in the bedroom

6 Tanda Anda “Berhutang” Tidur pada Tubuh

Hati-hati, kurang tidur menyimpan banyak risiko kesehatan, bukan hanya….ngantuk!

Kebutuhan masing-masing orang untuk tidur sebenarnya berbeda-beda, tergantung pada banyak hal, termasuk usianya. Bayi yang baru lahir, misalnya, butuh sekitar 16 jam setiap harinya. Tentu saja, ketika menginjak remaja, waktu yang dibutuhkan untuk tidur berkurang, sekitar 9 jam per hari, sementara orang dewasa rata-rata butuh 7-8 jam untuk tidur setiap harinya.

Selain perbedaan usia, kondisi tubuh masing-masing orang pun menentukan jumlah waktu tidur yang dibutuhkan. Wanita yang sedang berada dalam tiga bulan pertama masa kehamilannya, misalnya, butuh waktu tidur beberapa jam lebih lama dibanding ketika ia sedang tidak hamil. Lalu, bagaimana kita bisa tahu sudah cukup tidur atau belum?

Bahaya di balik “hutang” tidur

Menurut para ahli, untuk mengukur apakah tidur kita sudah cukup atau perlu ditambah, mudah saja. “Jika Anda merasa terus mengantuk sepanjang hari, apalagi ketika sedang mengerjakan kegiatan yang membosankan, itu berarti Anda tak cukup tidur,” kata Brunilda Nazario, MD, dalam tulisan berjudul “Are You Getting Enough Sleep?”

Tapi tentu saja, efek kurang tidur tak hanya berhenti pada rasa ngantuk. Masih dalam tulisan yang sama, Nazario mengingatkan, bahwa jika kita kurang tidur di hari ini, sama artinya kita “berhutang” tidur. “Ketika kita terlalu sedikit tidur, situasinya seperti kita menarik uang lebih banyak dari yang kita punya di bank. Dan akhirnya, tubuh kita meminta agar pinjaman itu dibayar.”

Nazario menambahkan, meskipun rasanya tubuh kita tak butuh penyesuaian ketika tidur tak cukup, tapi sebenarnya ada fungsi-fungsi yang sedikit terganggu, dan mempengaruhi cara kita berpikir atau memutuskan sesuatu, membuat kita kesulitan saat harus fokus pada sesuatu, bahkan juga memperlambat waktu tubuh kita bereaksi atas sesuatu.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Inggris, ditemukan bahwa kurang tidur bisa mengubah lebih 700 gen dalam tubuh kita. Penelitian ini dilakukan menggunakan sampel darah yang diambil dari subjek penelitian yang selama satu minggu tidur kurang dari enam jam setiap malamnya. Meski belum diketahui secara pasti peran dari masing-masing gen yang berubah, dan efek perubahannya, tapi para peneliti itu mencatat, setidaknya, beberapa perubahan gen itu mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatasi peradangan, stress, dan fungsi imunitas tubuh.

Tak mengherankan jika beberapa risiko penyakit dilaporkan meningkat akibat kurang tidur, seperti serangan jantung, diabetes, kerusakan tulang, kanker, dan obesitas.

Kenali tanda-tanda kurang tidur

Tentu saja, kerusakan gen, dan risiko-risiko akibat kekurangan tidur tidak akan kita alami kalau hanya satu atau dua kali kurang tidur. Tapi, jika hutang tidur Anda sudah menumpuk lebih dari satu minggu, mungkin Anda perlu waspada. Nah, agar Anda bisa mengenali lebih awal, apakah tubuh Anda sudah “berhutang” tidur atau tidak, berikut adalah tanda-tandanya ketika Anda kurang tidur, menurut para ahli:

1. Anda tak pernah berhenti merasa lapar.

Jika sepanjang hari Anda selalu merasa lapar, padahal Anda tidak melewatkan jam makan pagi atau siang, atau berolahraga terlalu keras, mungkin penyebabnya adalah karena Anda kurang tidur.
Penelitian di tahun 2010 yang dipresentasikan dalam kegiatan Society for the Study of Ingestive Behavior ini menghubungkan antara kurangnya tidur dengan tingginya hormon ghrelin, hormon yang juga memunculkan rasa lapar. Tak hanya itu, hormon ghrelin ini juga membuat kita terus menerus menginginkan makanan tinggi kalori dan karbohidrat.

2. Anda lebih emosional

Sebuah penelitian yang dilaporkan dalam USA Today menemukan bahwa otak pada orang-orang yang kurang tidur 60% lebih reaktif terhadap sesuatu yang bersifat negatif, termasuk gambar-gambar yang mengganggu emosi.
“Tanpa tidur, otak kita jadi tak mampu meletakkan pengalamna-pengalaman emosional ke dalam konteks yang tepat, dan memberikan respons yang tepat dan terkontrol,” kata Matthew Walker, salah satu ahli dalam penelitian itu.

3. Sering lupa dan susah fokus

Masalah-masalah kognitif, seperti kesulitan untuk memberikan perhatian, fokus dan berkonsentrasi pada sesuatu, sering mengalami kebingungan, mudah lupa, dan sulit mempelajari sesuatu adalah beberapa efek yang terjadi ketika kita kurang tidur.

4. Anda lebih ‘ceroboh’ dari hari lain

Anda menumpahkan teh ke baju kerja Anda pagi tadi? Tersandung pinggir karpet? Seharusnya mengambil kunci mobil tapi malah kunci rumah yang Anda ambil? Kecerobohan-kecerobohan semacam itu, mungkin juga akibat Anda kurang tidur, semalam.

“Orang yang mengantuk keterampilan fisiknya berkurang dan merespons lebih lambat,” kata Clete Kushida, MD, Ph.D., dari Stanford University Center of Human Sleep Research. “Kemampuan refleks berkurang, begitu juga keseimbangan dan persepsi tentang kedalaman,” tambah Kushida.

5. Stres

Stres memang bisa membuat orang susah tidur. Tapi sebaliknya, kurang tidur juga bisa membuat orang stres. Hal ini disebabkan karena kurangnya waktu tidur bsia meningkatkan hormon kortisol kita, yang merupakan hormon stres.

6. Kehilangan rasa cinta

Jika Anda merasa kehilangan rasa cinta pada pasangan Anda, dan selanjutnya berakibat pada hilangnya hasrat seksual, Anda mungkin bisa menyalahkan stres atau masalah kesehatan, atau gangguan suasana hati.

Tapi jangan lupa, kurang tidur juga bisa jadi satu penyebabnya. Jadi, solusi paling mudah untuk “menyalakan” cinta itu lagi mungkin hanya satu, naiklah ke tempat tidur, dan…tidur nyenyak sampai pagi datang. (VSU)

Check Also

Foto | saison-chienowa.jp

Dampak Buruk Stress Bagi Perusahaan : Bijaklah Mengelola Waktu

Sebuah penelitian terhadap para kekerja di Inggris menyebutkan satu dari enam karyawan di Inggris mengalami …