Home / GREEN LIFE / Benarkah Sertifikasi Halal Mampu Tingkatkan Omzet Restoran dan Hotel
Foto | Dok. salamkorea.com
Foto | Dok. salamkorea.com

Benarkah Sertifikasi Halal Mampu Tingkatkan Omzet Restoran dan Hotel

Belakangan bisnis bersertifikasi halal seperti sedang menemukan momentumnya. Diyakani sertifikasi halal mampu meningkatkan kepercayaan konsumen, sehingga omzet bisnis pun meningkat.

Setahun sebelum UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jamiman Produk Halal (UU JPH) di berlakukan, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), yang dibentuk pemerintah terus melakukan sosialisasi untuk mengedukasi para pelaku usaha sekaligus masyuarakat dan konsumen.

Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Siti Aminah, seperti dikutip dari laman berita Republika.co.id mengatakan, pelaku usaha bisnis hotel dan restoran tidak perlu khawatir akan adanya Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH). Sebab menurut Siti, ketika hotel dan restoran telah memiliki sertifikasi halal, dipastikan omzetnya mengalami peningkatan.

Ia beralasan, dewasa ini semakin banyak pelancong dari berbagai Negara sperti Malaysia dan Singapura yang datang, dan hal pertama yang ditanyakan adalah sertifikasi halal hotel yang akan ditempati dan restorannya.

Yuk intip perkembangan, tantangan, peluang bisnis bersertifikasi halal di Indonesia. Bagaimana seh mekanisme pengurusannya? Klik di sini! 

“Saya pernah berkunjung di satu restoran di Batam yang pemiliknya adalah non-Muslim, tetapi dia menempel logo halal sangat besar, kemudian saat ditanya alasannya, pemilik restoran tersebut merasa dengan logo halal yang terpampang, omzetnya semakin banyak dan kepercayaan dia semakin besar,” ujarnya.

Begitupun saat Raja Salman ke Indonesia. Hal pertama ditanyakan Raja adalah tentang kehalalan hotel yang ditempati. “Namun mirisnya tidak ada hotel bintang lima yang halal di Indonesia, baru ada Hotel Sofyan saja,” kata Siti.

Ada dua tipe hotel bersertifikasi halal

Berkaca pada hal ini, “2014 lalu sebenarnya kami telah meminta kepada gubernur untuk membuat pembatasan dan pemetaan terkait foodcourt halal dan non-halal,” jelas dia dalam Focus Group Discussion Masyarakat Ekonomi Syariah di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (7/3).

Jikapun mereka menjual makanan non-halal, maka harus dipisahkan alat dan perkakas untuk memasak dan penyediaan makanan halal dan non-halal. Seperti halnya di Batam, sebanyak 80 persen hotel dan restorannya telah bersertifikasi halal.

Check Also

Foto | architecture.yale.edu

15 Cara Simpel Menyejukkan Rumah Anda Secara Alami

Mengurangi pemakaian AC? Rasanya masih berat untuk dilaksanakan karena berbagai alasan: panas, tidak nyaman, sulit …