Home / HOLISTIC LIVING / Dampak Buruk Stress Bagi Perusahaan : Bijaklah Mengelola Waktu
Foto | saison-chienowa.jp
Foto | saison-chienowa.jp

Dampak Buruk Stress Bagi Perusahaan : Bijaklah Mengelola Waktu

Adakah Jam Kerja Ideal ? 

Sedangkan secara organisasi, pengelolaan organisasi kerja secara lebih seimbang dengan memperhatikan kebutuhan karyawan di satu sisi dan tujuan organisasi di lain pihak bisa menjadi solusi. Beberapa strategi yang bisa dilakukan perusahaan untuk menciptakan keseimbangan di tempat kerja antara lain adalah menghilangkan stressor atau pemicu stres, menjauhkan karyawan dari stressor, mengubah persepsi karyawan terhadap stressor, mengendalikan konsekuensi dari stres, dan menyediakan dukungan sosial bagi karyawan yang menghadapi stres.

Contoh praktek manajemen stres yang bisa dilakukan perusahaan dengan prinsip menjaga keseimbangan antara strategi perusahaan dan kepentingan rekreatif dan relaksasi karyawan misalnya penerapan jam kerja yang fleksibel disertai dengan uraian pekerjaan dan deadline waktu pengerjaan tugas yang jelas, tempat atau sarana bagi karyawan melakukan meditasi, berolahraga atau berkesenian, mengikutsertakan keterlibatan karyawan dalam proses pengambilan keputusan dan perubahan di perusahaan.

Baca juga : Spontanitas Membuat Hidup Lebih Bahagia? Ini Dia Jawabnya!

Sangat penting bagi perusahaan untuk mendorong budaya keterbukaan, dimana karyawan mampu berbicara tentang kendala waktu dan beban kerja jika beban kerja yang mereka miliki terlalu berat, sehingga setiap manajer dapat mengantisipasi terjadinya stress di tempat kerja. Karywan juga perlu terus dilatih untuk mengembangkan sistem dan kultur kerja yang lebih baik untuk melindungi semua karyawan di tempat kerja.

Di samping itu, perusahaan juga perlu mengembangkan program-program yang terkait dengan perbaikan kesehatan karyawan. Contoh misalnya, memberikan konseling klinis atau choaching kelompok dan personal, jaminan kerja seperti asuransi dan tunjangan kesehatan. “Saat ini banyak perusahaan berkomitmen untuk menciptakan keseimbangan antara pemenuhan tanggung jawab tugas kerja dengan hak untuk membina hubungan keluarga yang harmonis, sebagai upaya menciptakan hubungan industial yang ideal,” ujar Dr Jo Rumesel.

Termasuk misalnya dengan  pengaturan jam kerja ‘alternatif’ dimana karyawan dapat mengerjakan tugas-tugas tertentu dapat dikerjakan di luar kantor dengan bantuan teknologi komunikasi/media elektronik. “Ada tugas-tugas atau pekerjaan tertentu, dimana karyawan dapat bekerja dari rumah, sehingga dapat meminimalkan stres, dan meningkatkan keseimbangan kerja / hidup  mereka, “ kata Dr Jo Remesel.

Check Also

Foto | www.straitstimes.com

Inilah Tips dan Cara Mengurangi Faktor Risiko Diabetes Anda

Diabetes ternyata semakin popular, lebih dari yang mungkin Anda sadari. Sayangnya bukan dalam hal bagaimana …