Home / LIFE STORY / Headline / Menjadi Penyebab Kematian 17 Juta Jiwa Pertahun, WHO Nyatakan Perang Terhadap Lemak Trans
Foto | http://www.europarl.europa.eu
Foto | http://www.europarl.europa.eu

Menjadi Penyebab Kematian 17 Juta Jiwa Pertahun, WHO Nyatakan Perang Terhadap Lemak Trans

Badan Kesehatan Dunia (WHO) belum lama ini, melirilis sebuah strategi untuk menghilangkan kandungan lemak trans pada semua produk yang diedarkan di seluruh dunia, pada tahun 2023.

Menurut WHO, lemak trans telah terbukti menimbulkan  dan memicu penyakit kardiovaskuler, termasuk penyakit jantung koroner dan stroke, yang menjadi penyebab kematian  lebih dari 17 juta jiwa setiap tahunnya. Ini merupakan penyebab kematian terbesar di dunia.

Menurut WHO dengan menghilangkan lemak trans, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan negara-negara bisa menyelamatkan setidaknya 500.000 nyawa setahun.
Diakui, akan sulit untuk mengubah beberapa perilaku yang mengarah pada kematian itu – tetapi itu tidak menghentikan para peneliti mencoba membuat orang berolahraga dan makan lebih banyak sayuran. Mencegah sebagian besar kematian, itu dapat dilakukan dengan cara yang lebih mudah : antara lain bisa dilakukan dengan melarang lemak trans (atau asam lemak trans).

Menurut World Health Organization (WHO) ada banyak produk di pasaran yang ditambahkan atau mengandung lemak trans ini, seperti pada makanan yang digoreng, makanan yang dipanggang, dan produk makanan ringan, dan menyebabkan tingkat kolesterol jahat dalam darah menjadi melonjak tajam.

Baca juga : Yuk Ikuti Wisata Sehat ke Alam Terbuka : Berikut Tips Bersatu dan Menyatu  dengan  “Kesadaran” Alam

Baca juga : Yuk, Ikuti Beauty Class How to Make Natural Alovera Gel  ala Sehat Alami : How to Make Your Own Natural Alovera Gel with Natural Ingredients

Untuk alasan ini, saat ini WHO mengajak dan menghimbau pemerintah di seluruh dunia untuk mulai memeperketat  penggunaan  produk mengandung lemak trans. 

Check Also

malnutrisi

Malnutrisi Adalah Momok Baru Dunia Masa Kini

Malnutrisi menjadi sebuah tantangan baru di masa sekarang ini. Hal ini dikatakan oleh  David Nabarro …