Home / LIFE STORY / Headline / Persiapan Mental Memasuki Usia Lansia
Foto | https://cdn-pre.aarp.net
Foto | https://cdn-pre.aarp.net

Persiapan Mental Memasuki Usia Lansia

Pola Makan Sehat Alami

Salah satu kunci utama untuk mewujudkan hidup sehat dan bahagia sampai lansia adalah adanya keyakinan bahwa apa pun yang dilakukan pada saat ini akan berpengaruh langsung terhadap kualitas kesehatan di masa yang akan datang. Karenanya, untuk mendukung gaya hidup sehat diusia tua, kita mesti menjaga kesehatan sejak kanak-kanak, remaja, dewasa, dan paruh baya dengan menerapkan gaya hidup sehat yaitu selain menjaga pola makan sehat juga melakukan olahraga teratur dan cukup istirahat/tidur (6 sampai 8 jam sehari), menghindari polusi, dan mengurangi stres fisik maupun psikologis.

Dr Kasim menuturkan, asupan yang baik adalah asupan yang selaras kebutuhan dan mudah digunakan. ”Seperti halnya kita yang tidak suka ditipu dan dibohongi, tubuh kita pun demikian. Namun sayang kita justru sering memasukkan penguat rasa sintetik, pewarna kimia dan aroma buatan,” ujarnya. Untuk mendapatkan asupan makanan yang mudah dicerna, kita justru memasukkan bahan yang diawetkan dan diolah dengan berbagai campuran yang sulit diolah dalam tubuh atau bahkan meracuni. ” Kini sudah saatnya kita mengizinkan diri untuk mendapatkan kembali makanan alami yang lebih sehat selaras dengan alam,” katanya.

 Banyak Gerak

Selain mengatur pola makan lebih alami, agar tubuh tetap sehat sampai lanjut usia, prinsip utamanya adalah harus tetap bergerak. Salah satu olahraga yang sangat penting untuk diterapkan hingga lansia adalah latihan beban. Tujuannya agar serabut otot tidak mengecil, sehingga pergerakan tubuh, baik saat berjalan maupun saat melakukan aktivitas lain, tetap bisa leluasa sampai lansia. Penelitian membuktikan, tanpa latihan beban, massa otot dari usia 20 tahun sampai 70 tahun akan mengecil hingga 40 persen.

Olahraga secara rutin, minimal tiga kali dalam seminggu, selama setidaknya 30-60 menit atau sesuai kemampuan fisik masing-masing, bahkan masih tetap harus dilakukan kendati seseorang sudah memasuki usia lanjut. Melakukan latihan-latihan fisik yang teratur serta cukup takarannya, membantu mencegah atau menunda menurunnya keseimbangan tubuh dan koordinasi organ-organ tubuh, yang merupakan faktor risiko untuk terjatuh pada para lansia.

Sebagai patokan umum agar latihan fisik dapat berpengaruh positif pada tubuh, hendaknya latihan fisik dimulai dengan memperhatikan teknik dan kaidah yang benar, yaitu pemanasan selama 5 menit, lalu masuk ke tahap latihan. Selama latihan denyut nadi/jantung diupayakan mencapai batasan maksimum yang dianjurkan sesuai umur. Yaitu, 60 – 85 persen dari denyut nadi maksimal (denyut nadi maksimal diperoleh dengan rumus  220 dikurangi umur).

Denyut nadi ini dihitung dengan meraba denyut nadi pada pergelangan tangan yang searah ibu jari. Setelah denyut nadi tercapai pada tahap latihan, latihan bisa dilanjutkan selama 20 sampai 30 menit, dan sebelum berhenti lakukan pendinginan sekitar 5 menit.

Beberapa jenis olahraga yang sangat baik untuk melatih kebugaran misalnya, jalan kaki, bersepeda, berenang, dan senam aerobik. Khusus, untuk jalan kaki, sebaiknya dilakukan dengan cara jalan cepat. ”Idealnya 1 menit 100 langkah atau secepat-cepatnya (tapi tetap bisa sambil berbincang). Dengan demikian jalan cepat tersebut bisa memberikan efek untuk membakar kalori, melatih kekuatan otot jantung, serta memperbaiki aliran darah ke jantung,” katanya. (bersambung)

Check Also

Foto | Dok. ISAGI

Masalah Gizi sebagai Investasi Kesehatan Masyarakat

Tentu kita setuju jika masalah gizi adalah tantangan pembangunan yang belum kunjung tuntas. Share this …