Home / HOLISTIC LIVING / Pilihan Menu Sehat Pasca-Stroke
Foto | https://www.aryanto.id
Foto | https://www.aryanto.id

Pilihan Menu Sehat Pasca-Stroke

Tip memilih menu makanan sehat

Makanan yang sehate adalah makanan yang bisa dikonsumsi untuk seluruh keluarga. Tidak terkecuali pasian paska stroke. Berikut ini tip memilih menu makan sehat untuk keluarga dengan pasien paska stroke.

  1. Sajikan makana porsi kecil. Tidak perlu memaksakan makan dengan jumlah tertentu dalam waktu singkat. Sesuaikan saja dengan kemampuan menelan makanan. Selingin manan dengan gurauan dan percakapan santai.
  2. Sajikan beberapa varian makanan.  Pilih bahan pangan yang bervariasi, beras putih, beras merah, aneka lauk mulai dari ikan, tempe, tahu, hingga sesekali daging sapi. Variasikan juga dengan selingan ubi-ubian. Juga beberapa sayur dan buah, sehingga beraneka warna mirip pelangi. Semakin berbarna, berbariasi, semakin tinggi kandungan antioksidannya.
  3. Tambah porsi sayur dan buahan. Selain sumber vitamin dan mineral, sayuran dan buah juga kaya sumber sserat dan antioksidan yang berguna mengurangi risiko stroke berualng. Tidak perlu menakar berapa banyak sayur yang harus dikonsumsi, cukup dengan melihat ukuran nasi. Makanan dengan takaran secukupnya, kemudian porsi sayur yang dikonsumsi sebaiknya sama besarnya dengan takaran nasi.
  4. Sajikan lauk ikan minimal 3 hari dalam seminggu. Ikan bisa menjadi variasi menu makanan yang baik. Sajikan setidaknya 3 kali dalam seminggu.
  5. Batasi gorengan. Selain jenis makanan, variasikan cara memasak. Gilir cara memasak seperti digoreng, dipanggang, dibakar, dipepes, sayur gulai, direbus, dikukus atau sup. Namun, usahakan hindari jajanan yang digoreng, seperti pisang goreng, bakwan, risoles, martabak serta makanan yang dioleh dengan mentega. Sebagai gantinya, sajikan makanan sehat seperti buah-buahan yang dapat dioleh menjadi aneka sajian seperti coktal, salad buah, sate buah. Makanan yang direbus seperti ubi, singkong, kacang tanah juga bisa disajikan.
  6. Batasi Natrium/Sodium. Selain garam, natrium atau sodium banyak digunakan dalam bumbu penyedap seperti kecap, saus/sambal boytol, serta berbagai makanan dan minuman kemasan. Batasi makanan  dan minuman kemasan, baik hewani atau nabati. Sebagai ganti, penambah rasa gunakan lada, bumbu dapur tradisional, bawang merah dan putih,  lada hitam, gula atau parutan jeruk nipis. (SA, dari berbagai sumber).

Check Also

Foto | saison-chienowa.jp

Dampak Buruk Stress Bagi Perusahaan : Bijaklah Mengelola Waktu

Sebuah penelitian terhadap para kekerja di Inggris menyebutkan satu dari enam karyawan di Inggris mengalami …