Home / GREEN LIFE / Eco-preneur / TOGA SEKAR UTAMI : Hidup Sehat dengan Tanaman Obat
Sehat Alami - Jamu Sehat Sekar Utami

TOGA SEKAR UTAMI : Hidup Sehat dengan Tanaman Obat

Sekar Utami adalah sebuah usaha untuk mengajak keluarga Indonesia hidup sehat dengan memanfaatkan tanaman obat asli Indonesia.

Belakangan kita sering mendengar istilah tanaman obat keluarga (Toga). Pemerintah jelas memiliki tujuan baik saat mengenalkan istilah ini dan mengupayakan agar setiap keluarga di Indonesia menanam tanaman berkhasiat obat di dekat rumah atau pekarangan masing-masing. Namun, apa mau dikata, program Toga ini ternyata belum mampu menjadi sebuah gerakan masal di tengah masyarakat Indonesia.

Padahal, jika program Toga ini bisa dijalankan dengan baik, tentu dapat membantu upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dengan biaya yang lebih murah. Karena selain bisa dimanfaatkan sebagai racikan obat keluarga, sebagian bisa dimanfaatkan sebagai bumbu dapur. Sayangnya, program Toga ini masih jauh dari cita-cita yang di idealkan.

“Masih banyak rumah sakit maupun puskesmas yang merupakan ujung tombak bagi layanan kesehatan masyarakat, lebih disibukkan oleh program kuratif atau pengobatan ketimbang upaya pencegahan,” ujar Dr. Prapti Utami, M.Gz, pendiri Rumah Toga Sekar Utami, terkait dengan latar belakang berdirinya institusi yang dimaksudkannya sebagai sarana edukasi kesehatan preventif itu.

Pemanfaatan tanaman obat
Antara lain, inilah alasan ia mendirikan Toga Sekar Utami (2002). “Kami ingin membantu memberikan edukasi pentingnya menjaga kesehatan keluarga melalui pemanfaatan tanaman obat,” kata Dr Prapti. Terus terang, ujarnya, ketertarikannya pada tanaman berkhasiat obat ini, dimulai saat ia bergabung dengan pusat pengembangan tanaman obat Karyasari, Bogor di awal tahun 2000.

Sebelumnya, saat masih menjalani penugasan atau megang sebagai dokter di Bali, sebetulnya ia juga sudah mulai bersentuhan dengan tanaman obat, karena Puskesmas tempatnya magang saat di Bali saat itu, juga mengenalkan program tanaman obat keluarga sebagai pertolongan pertama untuk gangguan penyakit ringan. Misalnya, batuk dapat diatasi dengan ramuan jeruk nipis, dan lain-lain. “Namun mungkin karena dianggap bukan sebagai topik yang urgen, sehingga program edukasi ini tersisihkan,” kata Prapti Utami, dokter dan ahli herbal yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur, ini.

Tanaman obat untuk keluarga

Berdasarkan pengalaman-pengalaman inilah, akhirnya ia memutuskan terjun langsung dengan mendirikan pusat edukasi dan pengembangkan tanaman obat untuk kesehatan keluarga, Toga Sekar Utami. “Lewat lembaga ini, selain menyelenggarakan praktik dokter berizin, sebagai tempat konsultasi dan konseling bagi keluarga yang ingin berobat, kami juga melakukan mensosialisasikan tanaman obat Indonesia untuk keseharan keluarga secara lebih luas, “ ujarnya.

Banyak kegiatan seperti, seminar, pameran, pelatihan dan training tentang tanaman obat, diagnosa penyakit, terapi dengan tanaman obat dan efek sampingnya, serta bagaimana proses pengeringan tanaman obat sampai bagaimana teknik pengkapsulan, telah ia selenggarakan. (Baca juga : Green Marketing, Bukan Pemasaran Biasa)

Toga Sekar Utami, juga memiliki Show Room, tempat display tanaman obat hidup sebagai sarana edukasi tanaman obat keluarga dan tempat menyediakan tanaman obat hidup bagi yang membutuhkan. Tak kurang ada sekitar 50 macam racikan obat herba untuk berbagai macam kebutuhan pengobatan secara alami, telah berhasil diproduksi di bawah bendera Toga Sekar Utami.

Meracik obat herba
Memang dalam berbagai kesempatan Toga Sekar Utami, selalu mengajak kepada setiap anggota keluarga untuk seling peduli terhadap sesamanya. “Jangan sampai ada salah seorang anggota keluarga yang tidak tahu, jika di dalam keluarga tersebut ada saudaranya yang sakit,” ujarnya.

Lebih jauh, Toga Sekar Utami juga selalu mengajak kepada setiap keluarga yang salah satu anggotanya memiliki penyakit tertentu, apakah kolesterol, diabet atau darah tinggi, misalnya agar bersedia menanam dan memelihara tanaman tertentu yang memiliki khasiat terkait dengan penyakit yang diderita. Lebih dari itu, diharapkan setiap anggota keluarga memiliki ketrampilan, pemahaman dan pengetahuan tentang sifat dan kegunaan tanaman obat, dan bagaimana memanfaatkan serta meraciknya sebagai bahan obat alami untuk pertolongan pertama. “Dengan cara ini, setiap keluarga dapat memanfaatkan tanaman berkhasiat obat baik untuk menjaga, mencegah, maupun untuk mengobati di kala sakit,” kata Dr Prapti.

Memang tidak semua orang dan keluarga memiliki keterampilan dan bersedia menanam Toga. Sebagian beralasan takut, sebab menurut mereka tidak semua tanaman herbal bisa diminum secara sembarangan, karena respons tiap individu bisa berbeda satu sama lain. Dan dalam banyak kejadian keluhan sama, belum tentu bisa diatasi dengan jenis tanaman atau obat herbal yang sama.

“Itulah maka, Toga Sekar Utami lalu mendirikan “Waroeng Kesehatan Keluarga” sebagai sarana praktik hidup sehat dan diskusi pengalaman antar pendrita/pasien serta tempat mendapatkan makanan-minuman sehat dan tamanan obat kering serta racikannya untuk keperluan resep dokter,” ujarnya. Yang untuk tujuan, ini Toga Sekar Utami, banyak menjalin kemitraan dengan berbagai pihak dan melakukan pembinaan secara teratur dengan mitra-mitra strategisnya di berbagai daerah. (SA)

Check Also

Foto | http://www.maminklub.lv

Cegah Infeksi Pernapasan, Perbaiki Ventilasi Rumah Anda

Risiko terkena infeksi penyakit pernafasan melalui udara seperti batuk dan influenza dapat meningkat empat kali …