Home / HOLISTIC LIVING / 6 Cara Mengubah Mimpi Jadi Kenyataan dengan Goal Setting
FOTO | Dok. republicanaradio.com

6 Cara Mengubah Mimpi Jadi Kenyataan dengan Goal Setting

”Setiap hari, kita hidup dari hasil mimpi-mimpi kita yang kemarin. Dengan mimpi, yang ada dalam pikiran dan perasaan, kita ikut menciptakan dunia.”  (Erbe Sentanu)

Sehatalami.co Kekuatan mimpi untuk mengubah dunia telah banyak dibuktikan. Mimpi Karl Benz untuk menciptakan sebuah alat transportasi berbahan bakar bensin di tahun 1885 misalnya, membuat manusia kini bisa bepergian dengan mudah ke manapun secara cepat, tanpa harus mengandalkan tenaga manusia atau kuda. Begitu juga dengan Wright bersaudara. Pesawat terbang pertama tercipta di tangan mereka karena keberaniannya bermimpi untuk terbang.

Bagaimana mimpi bisa memberikan kekuatan yang begitu besar pada manusia? Menurut Colin Dunbar, penulis buku ”Invest in Yourself”, ketika kita memiliki keinginan kuat atas sesuatu, segala hal yang kita lakukan menuju mimpi tidak akan kita rasakan sebagai kerja keras, tetapi justru sebuah proses yang memberikan kesenangan. ”Mimpi itu seperti api yang membakar semangat kita untuk sukses,” kata Dunbar.

Analisa mimpi dengan SMART

Mimpi bisa bermacam-macam. Dalam hal karir misalnya, mimpi bisa berupa jabatan apa yang ingin Anda raih, sementara dalam keluarga misalnya, mimpi boleh berwujud keinginan Anda menjadi sosok orangtua yang baik bagi anak-anak, atau dalam segi finansial berapa besar uang yang ingin kita peroleh setiap bulannya.

Sedangkan dalam hal kesehatan Anda ingin tetap sehat sampai tua nanti, dan sebagainya. Mimpi juga bisa berhubungan dengan cara yang ingin kita pilih untuk menikmati hidup.

Tentu saja, tak semua mimpi punya kekuatan besar untuk mendorong kita menuju perubahan. Salah satu metode untuk mengetahui apakah mimpi yang kita miliki mampu mendorong kita untuk berubah adalah metode SMART, yaitu:

READ  Haruskan Kita Mendengarkan Kritik?

S: Specific (spesifik). Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Edwin Locke pada 1968 membuktikan bahwa tujuan yang spesifik lebih meningkatkan prestasi kerja lebih meningkat dibandingkan dengan tujuan yang dibuat secara umum. Jadi, daripada mengatakan ”Aku akan menerbitkan sebuah buku,” sebaiknya katakan, ”Aku akan menulis minimal 1 halaman setiap hari.”

M: Measurable (bisa diukur). Berikan jumlah, waktu, tanggal, dan patokan lainnya untuk mengukur kesuksesan Anda. Jadi, daripada mengatakan, ”Saya ingin keliling dunia,” sebaiknya katakan, ”Saya akan menyelesaikan perjalanan saya pada 31 Desember 2011.” (bersambung). 

Check Also

Rahasia Etos Kerja Tinggi, Adakah Reward Khusus?  

Karyawan dengan potensi tinggi tidak selalu memiliki kinerja baik. Ada banyak kasus, karyawan tidak mampu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *