Home / HOME FOR SHARING / Agar Anak Berani Tampil di Depan Umum
FOTO | Dok. YAMU

Agar Anak Berani Tampil di Depan Umum

Salah satu cara meningkatkan kecerdasan anak berbicara di depan umum adalah dengan memberinya bacaan sejak dini.

Sehatalami.co ~ “Kalau aku jadi Gubernur DKI Jakarta, aku akan nyupir sendiri, supaya aku tahu rasanya macet. Yang namanya Gubernur kudu tahu hidup rakyat. Kudu en wajib ciptain kota Jakarta jadi kota bebas banjir, macet, dan buta huruf…” Demikian potongan pidato selama tiga menit dari salah seorang pemenang lomba pidato tingkat SD yang diadakan di Jakarta.

Salah satu cara meningkatkan kecerdasan anak berbicara di depan umum adalah dengan memberinya bacaan sejak dini. Dalam hal membaca, seperti kata Dr. Dorothy Singer, ahli perkembangan anak dari Yale University, AS, “Tak ada kata terlalu cepat untuk memperkenalkannya pada anak! Bahkan pada usia yang sangat dini pun, anak sudah dapat mengerti proses membaca.”

Oprah Winfrey, presenter TV kondang di AS, mengatakan dirinya ‘tumbuh’ seperti sekarang setelah mengawali kariernya sebagai pembaca berita, berkat kebiasaannya membaca sejak kecil.

Kebiasaan orangtua membacakan buku bagi batita (anak berusia kurang dari 3 tahun) mendorong keintiman emosional dan komunikasi anak-orangtua.

Baca juga: Menggali potensi individu terampil ber-orasi atau presentasi (Public Speaking) baik dengan teks atau langsung adalah perkara mudah.

Dalam hasil riset disebutkan batita yang sering dibacakan buku, kemampuannya berbahasa pada usia 2 tahun, 4 tahun, dan 5 tahun lebih baik daripada teman-temannya seusia. Hasil lain yang menggembirakan, pemahamannya mengenai bacaan juga lebih baik daripada anak usia 7 tahun.

Ketika anak berusia 4 – 7 tahun, kita bisa mengganti tekniknya. Kali ini, biarkan anak yang memilih sendiri buku bacaannya. Baca buku tersebut berdua, bersama dan seirama dengan anak Anda. Sebelumnya, beri tahu ia agar menepuk tangan Anda ketika ia sudah merasa siap untuk membacanya sendiri.

READ  Penelitian: Menyusui Meningkatkan Kecerdasan Anak

Biarkan ia terus membacanya. Jika ia ragu atau mengalami kesulitan di tengah keasyikannya membaca, temani kembali dan baca lagi berdua. Dengan teknik membaca berpasangan seperti ini, anak bebas dari beban stres, karena dilatih sambil dibimbing.

Lakukan ‘ritual’ membaca ini tiga kali seminggu, masing-masing selama 20 menit. (SA)

Check Also

Cara Menyiasati 6 Jenis Gangguan Khas Wanita di Usia 18 Tahun

Pada masa pubertas atau saat menstruasi pertama misalnya, akan terjadi perubahan-perubahan fisik maupun psikologis. Tubuh …