Home / News Update / Bedakan Nyeri Biasa dan Penyebab Serangan Jantung

Bedakan Nyeri Biasa dan Penyebab Serangan Jantung

Serangan jantung menyebabkan banyak kematian. Pemicunya sebagian besar karena merokok.

SehatAlami.co- Serangan jantung memang dimulai dengan rasa nyeri di dada. Namun harus dibedakan nyeri di dada biasa dengan nyeri yang disebabkan akibat sindroma koroner akut atau serangan jantung. Hal ini penting untuk diwaspadai.

Menurut dr Ade Meidian Ambari Sp.JP, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Perhimpunan Dokter Kardiovaskular Indonesia (Perki) bahwa nyeri dada yang berkaitan dengan gejala serangan jantung biasanya terasa nyeri di bagian belakang tulang dada dan rasanya seperti ditusuk benda berat. Rasa rasa nyeri tersebut kemudian menjalar ke lengan kiri seperti kesemutan, bahu, punggung, ke leher atau di rahang bawah sehingga terasa seperti tercekik.

“Apa yang membedakan, biasanya itu berlaku lebih dari dua puluh menit. Nyeri dada khas jantung kita sebutnya angina pektoris,” katanya seperti dilansir laman anataranews. Ditambahkan oleh Ade bahwa sebelum datangnya nyeri dada karena penyempitan pembuluh darah di jantung biasanya didahului dengan gejala otonom seperti penyakit biasa misalnya mual, muntah, sakit di bagian ulu hati, keringat dingin. Tanda-tanda inilah yang sering diabaikan.

Menurut Ade ada beberapa kelompok orang tua usia lebih dari 75 tahun atau pada wanita muda kadang-kadang tidak spesifik, gejalanya cuma sakit di ulu hati saja. “ Tetapi tiba-tiba terkena serangan jantung,” jelas dia. Untuk itu disarankan apabila seseorang dengan usia di atas 40 tahun dan pernah menemukan gejala tersebut segera periksa kesehatan.

Ada beberapa faktor risiko terserang penyakit jantung. Namun yang paling utama ialah paparan asap rokok. “Pasien penyakit jantung di RS Harapan Kita 67 persennya perokok,” kata Ade. Selain itu penyebab lainnya adalah hipertensi serta gangguan lemak kolesterol menyebabkan penyumbatan dan penyempitan pembuluh darah. “Kalau kolesterol tinggi mengendap di dalam dinding pembuluh darah, lama-lama menumpuk terjadi penyempitan. Itu proses yang berlangsung lama, bisa lebih dari 10 tahun,”ujarnya.

READ  Saatnya Ikut Kelas Liver Detox: Sehat Segarkan Kembali Tubuh Anda

Check Also

Jangan Remehkan Dehidrasi, Penting Minum Cukup saat Sahur dan Berbuka

Jika Anda berpuasa dan kurang minum saat sahur dan berbuka, efeknya bisa sama seperti jika …