Home / Headline / Cara Meningkatkan Penyerapan Zat Besi dari Makanan
FOTO | Dok. Holistic Health & Living

Cara Meningkatkan Penyerapan Zat Besi dari Makanan

Zat besi adalah mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi dengan baik. Karena itu, sangat penting untuk mengonsumsi dalam jumlah yang cukup dalam makanan harian Anda.

Sehatalami.co ~ Menariknya, makanan yang Anda konsumsi tidak hanya mempengaruhi seberapa banyak zat besi yang Anda konsumsi, tetapi juga seberapa baik zat besi itu diserap ke dalam tubuh Anda.

Setelah diserap oleh tubuh Anda, zat besi digunakan sebagai blok bangunan untuk hemoglobin, protein yang ditemukan dalam sel darah merah yang membantu mengangkut oksigen ke seluruh tubuh Anda.

Zat besi juga merupakan komponen myoglobin, protein penyimpan oksigen yang ditemukan di otot Anda. Oksigen ini digunakan saat Anda menggunakan otot. Kisaran asupan yang direkomendasikan adalah 7–18 mg per hari untuk populasi umum dan hingga 27 gram untuk wanita hamil.

Makanan yang mengandung zat besi

Anda mungkin pernah mendengar bahwa Anda bisa mendapatkan zat besi dari daging merah, tetapi ada banyak makanan lain yang secara alami mengandung zat besi. Dalam makanan, zat besi hadir dalam dua bentuk: heme dan non-heme.

Sumber zat besi heme. Zat besi heme ditemukan dalam makanan hewani yang mengandung hemoglobin, seperti daging, ikan, dan unggas.

Zat besi heme adalah bentuk besi terbaik, karena hingga 40% darinya mudah diserap oleh tubuh Anda.

Sumber makanan heme iron yang baik termasuk: Daging sapi, ayam, daging sapi muda. Ikan seperti halibut, haddock, hinggap, salmon atau tuna. Kerang seperti kerang, tiram dan kerrang. Daging merah dan daging organ seperti hati adalah sumber yang sangat baik.

Sumber zat besi Non-heme. Zat besi non-heme terutama berasal dari sumber nabati dan hadir dalam biji-bijian, sayuran dan makanan yang diperkaya. Ini adalah bentuk yang ditambahkan ke makanan yang diperkaya atau diperkaya dengan zat besi, serta banyak suplemen.

READ  Sehat saat Lanjut Usia (Lansia), Apa yang Perlu Diperhatikan?

Diperkirakan bahwa 85–90% dari total asupan zat besi berasal dari bentuk non-heme, sementara 10–15% berasal dari bentuk heme. Dalam hal bioavailabilitasnya, zat besi non-heme diserap jauh lebih efisien daripada zat besi heme.

Sumber zat besi non-heme yang baik meliputi: Sereal, beras, gandum, dan gandum yang diperkaya. Sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam dan kangkong. Buah-buahan kering seperti kismis dan apricot. Kacang seperti lentil dan kedelai. (bersambung). 

Check Also

Lailatul Qadar, Malam Seribu Bulan

Tak diketahui dengan pasti pada hari apa Lailatul Qadar turun di bulan Ramadhan. Padahal Lailatul …