Home / LIFE STORY / Headline / Conscious Aging : Menyadari Proses Menua yang Sehat
Foto | fitnessreloaded.com

Conscious Aging : Menyadari Proses Menua yang Sehat

Proses menua adalah sesuau yang normal. Karenanya tidak perlu  gelisah dan khawatir menjalani proses penuaan (aging). Anda tetap bisa tampil menarik fisik dan jiwa, asalkan Anda merencanakan kegiatan Anda untuk menjalani rentang sisa usia Anda.

Saat usia memasuki 45 tahun, banyak orang mulai mengeluh mudah lelah.  JIka biasanya olahraga rutin jogging bisa 4-5 kali putaran stadion Gelora Bung Karno, Senayan kini baru 3 kali putaran saja sudah terasa lelah. Atau terkadang pulang dari belanja di mall, tubuh sudah terasa lelah.

Padahal selain menjalani olahraga rutin, pola makan juga ikut dijaga, seperti ahli nutrisi sarankan. Wajarkah gejala ini, padahal sebelum-sebelumnya hal itu tidak pernah terasakan?

Percaya tidak percaya, atau diakui atau tidak setidaknya itulah sebuah proses yang biasa terjadi. Sebuah proses penuaan yang bisa jadi sangat normal.

Aging, tak terelakkan       

Bagaimana pun proses menua, tidak dapat terelakkan.  Suatu saat, setiap individu akan menyadari bahwa tubuh kita tidak sekuat dulu, menjadi mudah lelah; bahwa penglihatan kita tidak setajam dulu, bahwa pikiran kita menjadi sering lupa, dan macam-macam lagi gejala proses menua. Tahun berganti tahun ….. tak ada yang kekal. Proses penuaan telah dimulai ketika kita berusia 30-an. Karenanya tak perlu dirisaukan. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyiapkan dengan sikap arif dan bijak.

Menurut para ahli di Amerika, pemujaan terhadap kemudaan (youth) adalah sumber rasa panik dalam menghadapi proses penuaan. Cuap-cuap para produsen iklan-iklan obat-obatan/suplemen dan kosmetik anti-aging tertanam dalam benak kita (terutama wanita), bahwa kemudaan identik dengan kecantikan dan kekuatan.

Lalu dengan kalut, kita minum bermacam-macam obat/suplemen anti-aging dan menggunakan bermacam-macam kosmetik anti-aging untuk mempertahankan kemudaan kita. Namun tentu saja usaha tersebut sia-sia, karena proses penuaan tidak dapat distop, terus berjalan tidak terelakkan. (bersambung)

Check Also

Ada 600.000 Anak-Anak Meninggal Akibat Pencemaran Udara Tiap Tahun

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa pencemaran udara telah membunuh sekitar 600.000 anak-anak tiap tahunnya.  …