Home / Inspirational Figur / Dr. Hj. Anna Mariana, M.H.,: Pelopor dan Pengembang Tradisi Kain Tenun dan Songket Nusantara di Pentas Nasional dan Dunia
FOTO | Dok. Marsya Butik

Dr. Hj. Anna Mariana, M.H.,: Pelopor dan Pengembang Tradisi Kain Tenun dan Songket Nusantara di Pentas Nasional dan Dunia

Keinginan menjadi bagian generasi inovatif dalam bidang kreatif – sebagai  perajin sekaligus disainer kain batik mengantarkan saya pada periode pencarian jati diri. Pencarian passion dan tantangan baru lainnya, berjuang melestarikan, mengembangkan, dan memberdayakan ekonomi masyarakat perajin tenun dan songket nusantara.

 Sehatalami.co ~ Aku ingin mencintai Indonesia dengan caraku sendiri.” Kedengarannya sedikit arogan. Meski sebetulnya tidak. Sebab sejatinya setiap orang memiliki jalan ceritanya sendiri. Memiliki fitrah kecenderungan sendiri ; fitrah untuk menemukan jalan dan medium pengabdian atau jalan menuju suksesnya sendiri. Peran orangtua dan lingkungan tak terelakkan. Pendidikan adalah bagian dari aspek lain yang bisa mempengaruhi jalan hidup seseorang.

Dibesarkan dalam lingkup keluarga yang disiplin dan konsisten dalam mengarahkan anaknya. Pada akhirnya saya menemukan sarana mengembangkan potensi diri, yang mungkin terbawa dari gen – warisan orangtua. Masuklah saya di salah satu universitas di negeri ini.  Lulus S1 di Fakultas Hukum UGM, Jogyakarta.

Saya pikir ini adalah jalan yang telah Tuhan arahkan untuk saya – berkarir sebagai pengacara. Ada gairah untuk bekerja di sana ; disemangati oleh niatan ikut serta berkontribusi mengurai benang kusut penegakkan hukum yang berkeadilan dan bermartabat untuk negeri tempat saya lahir dan besar.

Saya juga mengambil program megister kenotariatan dan kemudian membuka firma kenotariatan di Jakarta setelahnya. Hingga jadilah saya memiliki profesi Notaris. Awalnya saya berpikir, inilah jalan yang juga tepat dan dipilihkan untuk saya jalani dengan suka cita. Kedua profesi berbeda yang bisa dijalankan secara simultan. Ini adalah salah satu sisi passion dalam hidup saya. Sukses penuh berkah.

Namun sebagai perempuan yang lahir dan besar dalam  tradisi kuat adat Jawa, saya juga memiliki sejarah dan ingatan sendiri pada nilai-nilai, filosofi, dan tradisi yang dipegang oleh masyarakat Jawa. Karakter diri yang sopan dan santun dalam tindak dan berbusana, tertanam sejak masih belia. Akhlak dan budi mulia ; saling menyayangi dan menghargai yang muda, menghormati orangtua, juga menjadi bagian nilai-nilai yang hidup dalam keseharian masyarakat Jawa. (bersambung). 

READ  10 Gejala Serangan Penyakit Jantung yang Sering Disepelekan

Check Also

Siti Nurhaliza Bugar dengan Bersepeda

Penyanyi Siti Nurhaliza menjaga kebugaran dengan bersepeda bersama suaminya. Ia ingin menularkan kebiasan ini kepada …