Home / Herb / Herba Alami untuk Atasi Problem ASI

Herba Alami untuk Atasi Problem ASI

Masalah yang muncul saat menyusui memang sering terjadi. Ibu tak perlu panik menghadapinya, karena manfaat herba ini mampu mengatasi masalah menyusui yang  sering mendadak muncul.

Menyusui merupakan proses yang tidak bisa dianggap sepele, karena butuh dukungan dari dalam dan luar lingkungan ibu yang mempengaruhi keberhasilannya dalam menyusui. Masalah yang sering dikeluhkan ibu dalam menyusui adalah ibu merasa ASI (air susu ibu) tidak cukup, ASI tidak mau keluar dan payudara terasa nyeri. Masalah- masalah tersebut dapat menjadi faktor penghambat ibu dalam menyusui.

Ada banyak formula dan cara dalam mensiasati masalah ini. Salah satunya adalah anjuran untuk mengonsumsi bahan pangan atau tanaman herba tertentu, yang sudah diwariskan secara turun temurun. Sebut saja misalnya, pemanfaatan tanaman daun katuk, daun kol, daun bangun-bangun untuk membantu memperlancar keluarnya ASI.

Menurut dr. Kiki, dr.Risky Dwi Rahayu, Msc. Konselor Laktasi, CSR BTPN,ramuan ataupun obat-obatan berbasis herba untuk melancarkan ASI, merupakan kepercayaan yang sudah ada sejak dahulu, yang meski belum tentu dibenarkan dengan penelitian scientific, namun, untuk pemanfaatan daun katuk sudah banyak penelitian yang mengatakan bahwa daun katuk dapat memberi efek yang signifikan dalam meningkatkan dan melancarkan volum ASI. “Namun, tetap saja ibu menyusui harus mengkonsumsi makanan lain yang tinggi protein dan kaya akan sumber vitamin dan mineral guna menunjang kandungan nutrisi dalam ASI tersebut, karena herba hanya membantu untuk meningkatkan volumnya saja belum tentu mencukupi kebutuhan nutrisi ASI-nya,” tutur dr. Risky.

Berikut ini adalah beberapa herba yang sejak dahulu telah digunakan untuk mengatasi terhambatnya produksi ASI.

  1. Hilbah, hulbah, kelabat, klabet (Trigonella foenum- graecum)

Nama populernya adalah fenugreek, tanaman ini banyak tumbuh di Asia Selatan dan Timur Tengah. Bijinya sering digunakan untuk pembuatan serbuk kari dan pasta kari. Aromanya begitu tajam dan memiliki rasa pahit. Daunnya biasa digunakan untuk obat herbal yang diyakini berfungsi sebagai antivirus.

Biji kelabat sudah dipercaya sejak dulu dapat membantu melancarkan dan meningkatkan produksi ASI. MenurutJournal Complementary Therapies in Nursing and Midwiferymengungkapkan bahwa,penelitian scientific akan khasiat biji kelabat dalam mempengaruhi produksi ASI masih sedikit. Namun, peneliti percaya meningkatnya volum ASI disebabkan biji kelabat mampu menstimulasi jaringan keringat, yang telah di modifikasi oleh payudara untuk mengeluarkan ASI. Sementara itu, The Academy of Breastfeeding Medicine, mengungkapkan bahwa biji kelabat efektif di gunakan sebagai bahan dasar galactogogue yaitu, obat pelancar ASI.  Kini, kelabat juga dikembangkan menjadi suplemen untuk pengobatan antidiabetes dan hiperkolesterol.

  1. Daun Katuk (Sauropus Androgynus)

Merupakan tumbuhan sayuran yang banyak terdapat di Asia Tenggara. Bangsa melayu dan tionghoa sejak dahulu kala memanfaatkannya untuk memperlancar produksi ASI.  Daun Katuk mengandung steroid dan polifenol yang mampu meningkatkan kadar hormon prolaktin. Tingginya hormon prolaktin akan meningkatkan, mempercepat, dan memperlancar pengeluaran ASI.

Penelitian di Indonesia yang dilansir dalam  Media Litbang Kesehatan, telah membuktikan bahwa ekstrak daun katuk mampu memberikan efek sebagai galactogogue. Penelitian ini menggunakan subyek ibu- ibu menyusui yang diberi ekstrak daun katuk dan plasebo selama 15 hari. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa ibu- ibu yang mengkonsumsi ekstrak daun katuk mengalami peningkatan produksi ASI secara bermakna dibandingkan ibu yang mengkonsumsi plasebo. Kini suplemen daun katuk telah banyak tersedia dipasaran, namun masyarakat masih mengkonsumsinya dalam bentuk sayur dan lalapan. Meskipun demikian, daun katuk mengandung papaverin, merupakan alkaloid yang bila dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti keracunan.

Check Also

Stroberi, Buah “Dewa Cinta” yang Kaya Nutrisi dan Segudang Khasiat Sehat

Stroberi mengandung pigmen warna antosianin, yaitu senyawa flavonoid yang merupakan ikatan polifenol dan memiliki aktivitas …