Home / HERB AND FOOD / Hipertensi, Bisakah Terapi Nutrisi dan Suplementasi Membantu ?
Foto | www.pritikin.com

Hipertensi, Bisakah Terapi Nutrisi dan Suplementasi Membantu ?

Bisakah pola makan  membantu terapi penderita HIPERTENSI? Sebelum menjelaskan hal ini, perlu dipahami lagi bahwa sejatinya hipertensi merupakan sinyal dari tubuh bahwa sebagian dari organ metabolik dalam tubuh kita, khususnya liver, pankreas, atau ginjal, sedang tidak dapat bekerja dengan optimal.

Hal ini, menurut sebagian ahli terapi nutrisi lantaran darah kita sudah terlalu asam, sehingga darah menjadi lebih pekat dan berakibat pada terhambatnya penyaluran nutrisi menuju sel-sel. Dampak ikutannya sudah bisa ditebak, yaitu terjadinya gangguan pasokan nutrisi kepada organ2 metablik tersebut, sehingga menyebabkan organ-organ tersebut menjadi lemah dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Padahal, jika salah satu saja dari organ metabolik tersebut terganggu, otomatis organ lain pun ikut terganggu, sebab ada salaing ketergantungan dalam ritme dan sistem kerja antar-organ.

Lalu mengapa darah bisa menjadi asam? Apalagi kalau bukan karena kebiasaan kita menyantap makanan pembentuk asam seperti gula atau karbohidrat yang diproses, termasuk produk olahannya. Contohnya gula-gula, softdrink, cake, puding, roti, biskuit, serta pemanis sintetis seperti aspartam atau sakarin. Ayam ras dan telur ayam ras, serta daging ternak, apalagi daging olahan macam sosis, bakso, kornet, daging asap, termasuk yang harus dibatasi/dihindari.

Check Also

Kurangi Resiko Kanker Dengan Makanan Organik

Sebuah penelitian di Perancis  menujukkan bahwa mengkonsumsi makanan organik kecil kemungkinan dapata terkena kanker. Share …