Home / Headline / Bahaya Obesitas pada Anak

Bahaya Obesitas pada Anak

Membesarkan anak dengan kualitas gizi yang buruk, hingga menimbulkan obesitas,  bisa membuat masa depan anak rentan terhadap gangguan sindrom metabolik : diabetes, jantung koroner, dan stroke di usia relatif muda. Apa yang mesti diperhatikan?

Iya, ternyata bukan hanya kekurangan gizi yang bisa menimbulkan masalah kesehatan pada anak-anak dan remaja. Obesitas atau kelebihan timbunan lemak tubuh karena konsumsi kalori lebih banyak dari yang diperlukan tubuh pun bisa bermasalah. Seorang anak yang bertubuh tambun sepintas mungkin terlihat menggemaskan dan lucu. Seorang bayi yang terlihat gemuk dan pipi yang tembem pun, jelas sangat menggoda. Oleh sebagian masyarakat awam, ini bahkan sering dianggap sebagai simbol atau status kemakmuran.

Namun, tahukah Anda di balik tubuhnya yang tambun itu, justru menyimpan ketidaknyamanan psikosioal seperti rasa rendah diri, depresi atau menarik diri dari lingkungan. Sering kita dapati anak-anak dengan obesitas menjadi  bahan olok-olok teman main maupun teman sekolah, semata karena pertumbuhan fisiknya jauh lebih cepat dibanding usia biologis teman sebaya. Anak obesitas juga sering merasa memiliki ketidakmampuan melakukan kegiatan fisik, karena lingkup geraknya yang terhambat.

Obesitas pada Anak Sebabkan Kematian Muda

Tidak hanya sampai di situ, dalam sebuah diskusi tentang kesehatan di Jakarta belum lama ini, Ketua II Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr Aman Pulungan, SpA(K), mengatakan bahwa obesitas pada anak dapat meningkatkan risiko terjadinya kematian muda atau kematian di bawah usia 55 tahun. “Anak yang obesitas berisiko mengalami intoleransi glukosa, hipertensi, atau hiperkolesterol yang merupakan penyebab kematian muda,” ujar Dr Aman.

Kalangan medis dan ahli nutrisi juga menyebut bahwa obesitas pada usia anak-anak pun rentan menimbulkan gangguan penyakit pembuluh darah seperti diabetes, jantung koroner, dan stroke di usia relatif muda.

READ  Yuk, Kenali Virus Penyebab Flu atau Influenza

Prof. Dr. Sidartawan Sugondo, SpPD-KE, menyebutkan sekitar 35 % penderita diabetes militus tipe 2 di Indonesia akibat obesitas atau penumpukan lemak di sekitar perut. Selain itu, obesitas juga rentan menimbulkan gangguan nyeri punggung dan sendi, karena bertambahnya beban pada persendian akibat menyangga berat tubuh yang berlebih.

Selain itu, timbunan lemak pada anak obesitas, juga bisa menyebabkan masalah pada saluran pernapasan. Akibatnya, anak bisa mengalami gangguan saluran napas yang disebut sleep apnea atau henti napas saat tidur, yang bila tidak segera diatasi dapat memicu terjadinya gagal jantung dan berujung pada kematian. (SA)

 

 

Check Also

Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan Sehat, BPOM Perkuat Pengembangan SDM di Sektor Pengawasan

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan hal yang strategis dan menjadi prioritas Badan POM. Untuk dapat …