Home / Headline / Kontra Indikasi Obat Vs Suplemen, Ini yang Harus Anda Tahu
FOTO | Dok. www.biomedicals.com.au

Kontra Indikasi Obat Vs Suplemen, Ini yang Harus Anda Tahu

4. Obat pengencer darah + suplemen bawang putih, ginkgo, atau jahe 

Obat pengencer darah memiliki kemampuan menghambat butir-  butir dalam darah membentuk gumpalan. Obat jenis ini lazim disebut  antikoagulan (anticoagulant) yang berarti antigumpal. Gumpalan atau  bekuan darah dalam otak dapat memicu stroke.

Gumpalan dalam arteri  jantung dapat menyebabkan serangan jantung. Pengencer darah yang  umum adalah warfarin (contohnya Coumadin) dan aspirin.  Suplemen herba feverfew (Tanacetum parthenium), bawang putih, ginkgo (Ginkgo biloba), dan jahe (Zingiber officinale) diminum untuk  berbagai tujuan, dari mempertajam daya ingat hingga menyembuhkan  migrain.

Obat-obat tadi berfungsi mengencerkan darah.  Mengkombinasikan salah satu suplemen herba tersebut dengan obat  antikoagulan dapat berbahaya, termasuk memperlama waktu pendarahan. Coenzyme Q10 adalah antioksidan yang sering digunakan untuk memperbaiki fungsi jantung.

Namun dalam sejumlah hasil penelitian  disebutkan Coenzyme Q10 dapat menurunkan efektivitas Coumadin,  sehingga meningkatkan risiko penggumpalan darah.

Vitamin E membantu mencegah pembekuan, tetapi bila Anda  mengkonsumsi lebih dari 400 IU setiap hari dan dikombinasikan dengan  Coumadin, Anda menjadi sangat peka pada pendarahan.

Di AS asupan  vitamin yang dianggap aman adalah 30 IU per hari. Suplemen vitamin K juga dapat menghambat efektivitas Coumadin.  Kondisi ini dapat memicu penggumpalan darah, sehingga dapat  menimbulkan stroke. (bersambung). 

READ  Persiapan Mental Memasuki Usia Lansia

Check Also

Terapi untuk Penderita Sickle Cell Anemia

Sickle cell anemia atau kondisi dimana seseorang tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *