Home / HERB AND FOOD / Mengapa Kecenderugannya Diet Gagal Mengikis Obesitas
FOTO | Dok. endocrineweb.com

Mengapa Kecenderugannya Diet Gagal Mengikis Obesitas

  • Sejak dulu diet mengurangi makanan dianggap solusi tepat untuk mengatasi obesitas. Kenyataannya, diet hanya sukses pada 2 dari 100 pelaku diet.
  • Jika Anda ingin berhasil, sebaiknya Anda memahami dulu mengapa tubuh kita sulit menekan nafsu makan saat lapar.

 Sehatalami.co ~ Berbagai penelitian  menunjukkan bahwa hanya 2 dari 100 orang yang berhasil dengan dietnya. Artinya, hanya 2 persen  pelaku diet yang berhasil mempertahankan berat badan hasil berdiet, yang 98 persen lainnya gagal total. Mengapa begitu?

Menurut para ahli, lapar dan nafsu makan adalah proses alami dalam tubuh kita. Seperti juga seks, nafsu makan merupakan naluri manusia yang paling dasar dan sangat dibutuhkan untuk bertahan hidup.

Sengaja melaparkan diri justru akan membuat tubuh bereaksi lebih keras menuntut makanan. Akibatnya, nafsu makan makin besar dan hancurlah semua usaha untuk mengurangi berat badan. Karena itu, perlu adanya pemahaman tentang lapar dan nafsu makan, kalau Anda ingin sukses berdiet.

Kalau perut lapar

Sewaktu kecil kita selalu dinasehati agar makan saat lapar. Rasa tidak nyaman seperti lemas dan tidak bertenaga karena tidak makan selama berjam-jam adalah tanda-tanda bahwa kita lapar. Tapi apa sebetulnya yang terjadi dalam tubuh ketika merasa lapar?

Ada banyak teori yang disusun berdasarkan berbagai penelitian untuk menjelaskan fenomena lapar ini. Cannon dan Washburn (1995) misalnya, memasukkan balon ke dalam lambungnya sendiri. Saat balon mengembang dan menyentuh dinding lambung, ia sama sekali tidak merasa lapar. Mereka pun berkesimpulan bahwa lapar adalah saat perut berkontraksi. Lahirlah teori mengenai kontraksi perut.

Lain lagi teori berdasarkan kadar gula darah. Teori ini mengatakan bahwa kita akan merasa lapar jika kadar gula darah rendah. Teori lain, yaitu teori asam lemak, menunjukkan bahwa tubuh memiliki reseptor yang dapat mendeteksi kenaikan kadar asam lemak.

READ  Durian, King of Fruit yang Kaya Gizi namun Kontroversial

Aktivasi reseptor inilah yang membuat seseorang merasa lapar. Teori mengenai suhu badan menunjukkan bahwa kita akan merasa lapar jika suhu tubuh rendah, dan akan menurun jika kita merasa lapar.

Yang terjadi adalah: perut kita yang kosong karena terlambat makan akan mendorong pencernaan untuk memproduksi hormon ghrelin. Bersamaan dengan pelepasan hormon ini, gula darah akan turun yang membuat insulin mengurangi produksinya. Insulin yang menurun akan mengirim tanda SOS ke otak agar kita makan. Nafsu makan pun mendorong kita untuk mengisi perut. (bersambung). 

Check Also

Ini Dia Rahasia Panjang Usia dari Semangkuk Sup Herba Cina

Jika dimasak bersama ikan, ayam, atau sumber protein lain, khasiat  rempah-rempahnya menjadi lebih hebat. Seperti apa …