Home / HOLISTIC LIVING / Mengembangkan Sikap Syukur dan Berkelimpahan
FOTO | Dok. Science of Zen

Mengembangkan Sikap Syukur dan Berkelimpahan

Sesuai dengan hukum alam, setiap kali bersyukur Tuhan melalui alam semesta akan membalasnya dengan lebih banyak ‘hadiah’ nikah dan berkah.

Sehatalami.co ~ Dr Demartini, penulis buku Count Your Blessings – The Healing Power of Gratitude and Love, seperti telah dikutip di laman ini (www.sehatalami.co), mengatakan ada dua macam rasa syukur. Yaitu rasa syukur yang ‘palsu’ (false thanksgiving) dan rasa syukur yang tulus (real thanksgiving).

Yang pertama terucap ketika Anda sedang dalam keadaan tidak puas terhadap hidup Anda. “Oh Tuhan, semua menjadi kacau. Tolong atur!” dan Anda senang ketika semua menjadi teratur kembali. Namun di waktu lain, Anda melakukannya lagi dan keadaan menjadi kacau lagi.

Dalam kasus ini, Anda merasa senang ketika masalah terpecahkan, tetapi Anda tidak sungguh-sungguh mensyukurinya. Ya, hanya senang saja. Lain kali begitu lagi.

Yang kedua, rasa syukur yang tulus yang muncul atas hal-hal kecil yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Contoh, pekerjaan beres tidak melewati dealine, mendapat bonus khusus atas prestasi Anda di kantor. Anak naik kelas, suami/istri pulang dengan selamat dari tugas ke luar kota, dan lain-lain.

Sesuai dengan hukum alam, setiap kali bersyukur Tuhan melalui alam semesta akan membalasnya dengan lebih banyak ‘hadiah’ nikah dan berkah.

Sebenarnya bersyukur itu mudah. Namun kadang kita menjadi susah untuk merasakannya secara tulus. Jika Anda merasa belum mampu bersyukur secara tulus, marilah gunakan tip Dr Demartini berikut ini. Tip ini mengasah rasa tulus dan kepekaan hati Anda akan kebaikan atau hal-hal yang positif di sekitar Anda.

  • Setiap hari tulislah hal-hal yang membuat Anda merasa bersyukur, misalnya hari itu Anda tidak kena macet dalam perjalanan ke kantor/ke kampus, tetangga tiba-tiba mengirim makanan enak padahal hari itu Anda tidak sempat memasak, anak menjadi pemenang lomba, dll.
  • Lakukan segala sesuatu dengan tulus, misalnya bantulah dengan senang hati teman yang minta tolong bukannya dengan marah-marah atau memberinya nasehat yang menyakitkan.
  • Ucapkan terima kasih yang tulus kepada orang yang hari itu telah membantu Anda (walaupun Anda tidak mengenalnya) atau memperlancar kerja Anda. Gerak tubuh atau sikap tubuh Anda menyiratkan perasaan Anda: tulus atau formal saja.
  • Nikmati dan syukuri jika kebetulan Anda sedang berada di suatu tempat  yang indah atau di lingkungan komunitas yang menyenangkan.
  • Dalam setiap situasi yang baik maupun yang buruk, tanyalah pada diri sendiri dan sadari, “Apa hikmahnya bagiku?” Terutama jika Anda mengalami kejadian buruk, jangan berburuk sangka kepada Yang Maha Kuasa, tetapi percayalah, pasti kejadian itu ada hikmahnya bagi Anda.
READ  Bersyukur dan Hukum Alam. Benarkah Bersyukur Mendatangkan Keberkahan dan Kebahagiaan?

Check Also

Kontroversi Jika Anak Tidak Naik Kelas

Apa yang terjadi jika anak tidak naik kelas? Anak-anak menjadi bosan dan minat belajarnya luntur …