Home / LIFE STORY / Meredam Marah dengan Relaksasi
FOTO | Dok. Jericho Counselling

Meredam Marah dengan Relaksasi

Tarik napas sambil memiringkan kepala ke kanan, dan hembuskan napas ketika meluruskan kepala Anda. Kemudian miringkan kepala ke kiri ketika Anda menarik napas, dan luruskan kepala kembali ketika Anda menghembuskan napas.

Sehatalami.co ~ Pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) bisa dikurangi hingga 10% jika mereka mampu meredam marah. Ini hasil penelitian di Amerika. Kemarahan bisa menimbulkan tindakan emosi yang menjadi penyebab kecelakaan.

Dan pasien IGD kebanyakan adalah korban kecelakaan di jalanan, di rumah, atau di tempat lain. Kemarahan bisa diredam bahkan dikendalikan. Ikuti latihan satu menit berikut ini guna meredam atau mengendalikan emosi.

  • Duduklah di kursi, telapak kaki datar menempel lantai dan mata terpejam. Bayangkan sebuah tanda lalu lintas yang menyimbolkan perintah “Stop” (huruf S yang dicoret). Lalu katakan pada diri sendiri “Stop!” Artinya Anda harus menghentikan emosi/kemarahan Anda. Setelah itu ambil napas dalam tiga kali. Setiap kali buang napas, katakan “Relaks”.
  • Kepalkan jari-jari tangan saat mengambil napas, dan lepaskan kepalan dan relaks ketika Anda membuang napas. Cengkeramkan jari-jari kaki ketika Anda mengambil napas, dan relakskan jari-jari kaki ketika Anda buang napas.
  • Angkat bahu Anda ketika mengambil napas, dan relakskan bahu Anda ketika buang napas.
  • Tarik napas sambil memiringkan kepala ke kanan, dan hembuskan napas ketika meluruskan kepala Anda. Kemudian miringkan kepala ke kiri ketika Anda menarik napas, dan luruskan kepala kembali ketika Anda menghembuskan napas.

Ulangi gerakan-gerakan relaksasi tersebut sampai Anda merasa tenang dan relaks.

READ  Ingin Lebih Sehat, 11 Kebiasaan Buruk Ini Perlu Dijauhi

Check Also

Penelitian: Anak Sehat Berkat Menari

Gerakan (tari) akan meningkatkan fleksibilitas dan kapasitas paru-paru mereka. Selain itu, menari akan memperbaiki dan …