Home / LIFE STORY / Hindari Bahaya Dehidrasi, Minum sebelum Haus
FOTO | Dok. www.medicalnewstoday.com

Hindari Bahaya Dehidrasi, Minum sebelum Haus

Kehilangan cairan tubuh berarti  kehilangan cairan plasma darah yang berakibat mengentalnya darah, sehingga darah mengalir lebih lambat. Dengan demikian, sel akan kekurangan pasokan zat gizi (energi) sehingga bisa terjadi rejatan (shock) dengan gejala tekanan darah tidak teratur, pusing sampai pingsan.

Sehatalami.co ~ Haus adalah tanda awal tubuh yang kekurangan air. Bisa terjadi setelah berolahraga berat, setelah diare, atau terik matahari yang menguras keringat. Dehidrasi bisa memperburuk gangguan stres, hipertensi, dan kolesterol tinggi.

Kehilangan cairan tubuh berarti  kehilangan cairan plasma darah yang berakibat mengentalnya darah, sehingga darah mengalir lebih lambat. Dengan demikian, sel akan kekurangan pasokan zat gizi (energi) sehingga bisa terjadi rejatan (shock) dengan gejala tekanan darah tidak teratur, pusing sampai pingsan.

Untuk mencegah kondisi dehidrasi ini disarankan  minum air 8 gelas sehari dengan jadwal 1 gelas setiap 2 jam, atau lebih banyak sesuai kebutuhan aktivitas pada saat itu.

Untuk mengatasi dehidrasi setelah berolahraga berat, disarankan mengkonsumsi larutan isotonik yang mengandung glukosa (gula) dan garam.  Larutan isotonik terbukti mampu  melonggarkan pernapasan dengan melepaskan lendir di kerongkongan.

Kurang tidur? Perbanyak asupan air

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur harus minum lebih banyak air.
Kurang tidur memiliki berbagai macam efek buruk pada kesehatan seseorang. Tidak hanya meningkatkan risiko diabetes tipe 2, kurang tidur juga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, obesitas, dan penyakit pernapasan.

Baru-baru ini, beberapa penelitian menemukan bahwa sulit tidur meningkatkan risiko penyakit ginjal dan kematian dini. Ginjal memainkan peran penting dalam hidrasi, dan minum lebih banyak air meningkatkan kesehatan ginjal.

Namun, beberapa penelitian telah meneliti efek kurang tidur pada tingkat hidrasi tubuh. Penelitian baru bertujuan untuk mengisi kesenjangan ini. Pemimpin penelitian ini adalah Asher Rosinger, Ph.D., asisten profesor kesehatan biobehavioral di Pennsylvania State University di State College. (beresambung). 

READ  Mengenal Hipertensi Jas Putih, Apakah itu?

Check Also

7 Tips Mendapatkan Tidur Berkualitas

Berikut ini beberapa cara alami yang sudah banyak dicoba orang untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *