Home / LIFE STORY / Nutrigenomik: Haruskah Konsumsi Makanan sesuai Karakter DNA Kita?
FOTO | Dok. FeMale.Radio

Nutrigenomik: Haruskah Konsumsi Makanan sesuai Karakter DNA Kita?

  • Pola makan tertentu dapat menjadi faktor risiko penyakit pada beberapa individu. Gen seseorang mampu mempengaruhi metabolisme antara kejadian penyakit dan status kesehatan.
  • Gen yang diatur oleh beberapa zat gizi makanan, berperan dalam mempengaruhi perkembangan dan keparahan penyakit kronis.

Sehatalami.co ~ Ternyata ada hubungan erat antra asupan makanan dan penyerapannya berdasar susunan genetik tiap-tiap orang. Itulah yang disebut nutrigenomik. Di dalam tubuh terdapat jutaan gen atau DNA yang mempunyai fungsi masing-masing dalam sistem metabolisme. Proses ekspresi gen bermula dari DNA yang diubah menjadi RNA lalu membentuk protein dalam tubuh yang kemudian dapat merespons aktivitas penyerapan nutrisi secara berbeda tergantung susunan struktur gen.

Beberapa ekspresi gen spesifik dapat mewariskan pengaruhnya kepada generasi berikutnya. Menurut American Diabetic Association, seorang penderita diabetes tipe 1 mempunyai kemungkinan mewariskan gen penyakit diabetes kepada keturunan selanjutnya.

Regulasi ekspresi gen dalam merespon perubahan penyerapan nutrisi diatur oleh zat gizi makro (glukosa, asam lemak, dan asam amino) dan zat gizi mikro (zat besi dan beberapa vitamin). Sebagai contoh, kromium merupakan trace mineral yang berperan sebagai kofaktor insulin dalam mekanisme peningkatan insulin yang mampu menurunkan persentase lemak tubuh dan Basal Metabolic Rate (BMR).

Prinsip kerja nutrigenomik antara lain:

  1. Pola makan tertentu dapat menjadi faktor risiko penyakit pada beberapa individu.
  2. Gen seseorang mampu mempengaruhi metabolisme antara kejadian penyakit dan status kesehatan.
  3. Gen yang diatur oleh beberapa zat gizi makanan, berperan dalam mempengaruhi perkembangan dan keparahan penyakit kronis.
  4. Pola makan yang diberikan berdasarkan status gizi individual dan karakteristik gen tersebut mampu mencegah, mengurangi, dan mempercepat penyembuhan penyakit kronis.

Nutrigenomik menjadi salah satu alasan mengapa pada setiap individu mempunyai respon yang berbeda dalam metabolisme makanan, misalnya ada sebagian individu yang berhasil menjalani diet DASH untuk menurunkan tekanan darah, namun sebagian lain membutuhkan obat penurun hipertensi.

READ  Benarkah, Tidur Siang Picu Munculnya Diabetes ?

Penelitian nutrigenomik sampai saat ini masih dilakukan untuk membuktikan secara ilmiah bagaimana pola makanan dan makanan tertentu membawa efek positif atau negatif bagi individu yang menerapkan pola tersebut. Nutrigenomik diharapkan dapat menjadi aplikasi ilmu yang dapat bermanfaat bagi kesehatan di masa depan. (SA)

Check Also

Mengenal Istilah Slow Food 

Tiga prinsip pengolahan makanan slow food, yaitu baik, bersih, dan adil. Pengolahan yang baik berarti …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *