Home / Headline / Osteoporosis, Tak Hanya Karena Kurang Kalsium!
FOTO | Dok. CNN Indonesia

Osteoporosis, Tak Hanya Karena Kurang Kalsium!

  • Sepanjang hidup, tulang terus-menerus mengalami proses regenerasi. Proses pembentukan tulang baru dilakukan oleh osteoblas, sedang pembongkaran tulang dilakukan oleh osteoklas.
  • Pada orang yang sehat, proses ini berlangsung secara seimbang. Tulang yang dibongkar sebanding dengan tulang yang terbentuk.  Pada penderita osteoporosis, keseimbangan ini terganggu.

Sehatalami.co ~ Setiap 30 detik, seorang di Uni Eropa mengalami patah tulang (fraktur) akibat osteoporosis. Begitu data yang diungkapkan Juliet Compston dalam bukunya yang berjudul ”Fast Fact – Osteoporosis”.

”Sebagian besar patah tulang akibat osteoporosis itu terjadi di tulang belakang, tulang panggul, dan pergelangan tangan,” imbuh Dr Annisa Nuhonni, SpRM, Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI).

Patah tulang memang akan menimbulkan penderitaan yang tak ringan. Lagi pula, banyak komplikasi osteoporosis lain yang harus kita waspadai karena dapat menurunkan kualitas kesehatan. Meskipun demikian, penderita osteoporosis tak perlu berkecil hati. Untuk setiap masalah, ada cara pencegahan maupun cara mengkoreksinya sehingga kualitas hidup tak perlu dikorbankan.

”Waktu muda dulu, saya memang jarang minum susu,” kata seorang pensiunan ASN, ”mungkin itu yang menyebabkan sekarang saya kena osteoporosis,” lanjutnya. Memang, susu dan produk turunannya, seperti yogurt dan keju, sering disebut sebagai senjata ampuh untuk melawan osteoporosis, karena susu adalah sumber kalsium, nutrisi penting untuk tulang.

Dr Siti Annisa Nuhonni, SpRM, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialisasi Rehabilitasi Medik Indonesia (PERDOSRI) menjelaskan bahwa sepanjang hidup, tulang terus-menerus mengalami proses regenerasi. Proses pembentukan tulang baru dilakukan oleh osteoblas, sedang pembongkaran tulang dilakukan oleh osteoklas. Pada orang yang sehat, proses ini berlangsung secara seimbang. Tulang yang dibongkar sebanding dengan tulang yang terbentuk.  Pada penderita osteoporosis, keseimbangan ini terganggu. ”Osteoklas bekerja lebih aktif, maka tulang lebih banyak yang hancur daripada yang terbentuk,” terang Nuhonni.

READ  Sebaiknya Anda Tahu, Cara Menyiasati Masalah Kesehatan Wanita Usia 40 – 50+

Keseimbangan proses ini dipengaruhi oleh banyak hal.  Mengkonsumsi kalsium saja, tak akan berguna,  Dibutuhkan kerja sama dengan sumber nutrisi lain, hormon, sinar ultraviolet, dan tentu saja pola hidup yang sehat

Yang Perlu Dihindari

1. Gula

Mengkonsumsi gula berlebihan ternyata mengurangi kandungan kalsium dalam tulang, yang terlihat dari meningkatnya kadar kalsium dalam urine. Hal ini terjadi karena gula membuat tubuh menjadi asam, dan untuk menetralkannya dibutuhkan kalsium. Selain itu, gula  yang banyak kita konsumsi sekarang ini, telah melalui pemrosesan yang menguras habis vitamin dan mineral yang sebenarnya dibutuhkan tubuh.

2. Kafein

Kafein ada di dalam kopi, teh, minuman cola, dan beberapa obat untuk mengurangi rasa sakit. Telah terbukti, bahwa mengonsumsi kafein juga berpengaruh terhadap pengeroposan tulang. (bersambung). 

Check Also

Mengenal Istilah Slow Food 

Tiga prinsip pengolahan makanan slow food, yaitu baik, bersih, dan adil. Pengolahan yang baik berarti …