Home / LIFE STORY / Headline / Pilih Bahan Pangan Sehat Alami, untuk Menyehatkan Jiwa dan Raga ( bagian 2)
Foto | smartgrowth.org

Pilih Bahan Pangan Sehat Alami, untuk Menyehatkan Jiwa dan Raga ( bagian 2)

Anda ingin mengonsumsi makanan dan sumber pangan yang sehat, lezat serta tidak ada timbul rasa bersalah dan khawatir? Cobalah cermati tip-tip berikut ini.

Kini semakin banyak supermarket cuap-cuap untuk go green dengan memberikan hadiah jika pembelinya dapat mengumpulkan sejumlah points. Hadiahnya biasanya berupa tas daur ulang yang ramah lingkungan. Bisa juga dapat potongan diskon dengan harga murah, tas atau produk-produk lain yang diaku ramah lingkungan.

Meski begitu, di banyak Negara Barat, orang tidak begitu saja percaya dan membeli produk-produk yang diaku ramah lingkungan. Mereka juga mulai mempertanyakan apakah Anda makan apel yang ditanam secara organik atau apel dari kebun konvensional? Dan kalau supermarket menjual produk organik, mereka mempertanyakan apakah sayuran dan buah-buahan organik yang dijual itu berasal dari kebun lokal atau produk impor?

Komuitas masyarakat organik mulai ikut mengkampanyekan pentingnya konsumsi produk-produk pangan lokal atau impor dari negara-negara ketiga karena dianggap bisa membantu mengurangi kemiskinan.

Akan terapi komunitas organik juga cukup kritis dan mulai mempertanyakan dari mana asal makanan di dapat. Misalnya saja, jarak perjalanan yang jauh dan lama dari negara asal produk pangan serta pengepakan yang apa adanya, bukankah itu mengurangi kualitas produk?

Juga apakah ikan lezat yang kita santap saat makan siang atau makan malam berasal dari laut yang sudah tercemar? Bagaimana ayam goreng yang nikmat itu semasa hidupnya sebelum dipotong? Hidup di kandang yang sempit yang tak memungkinkannya bergerak atau dilepas di kebun/alam?

Pertanyaan-pertanyaan ini mulai membingungkan Anda, bukan? Untuk itu yuk, mari simak beberapa tip berikut ini, agar Anda tetap bisa makan lezat, sehat, sekaligus tanpba beban rasa bersalah.

3. Manfaatkan buah lokal musiman

Buah lokal musiman tidak mengalami perjalanan jauh, paling-paling dari kota ke kota. Meskipun pengepakannya tidak begitu baik, namun sebagian besar buah kiriman masih baik dan segar. Tidak perlu zat pengawet, cukup diperam saja. Tetapi, sebaiknya pilih buah musiman yang tua di pohon, bukan yang hasil peraman. Paling baik tentu saja buah dan sayur hasil kebun sendiri.

Solusi : Manfaatkan buah musiman, dilewatkan sayang!

4. Pilih makanan yang tidak dikemas (unpackaged)

Banyak buah-buahan dan sayuran yang dijual dalam kemasan termasuk camilan yang berwarna warni, dikemas dalam kemasan aluminium yang menarik sehingga menimbulkan selera. Atau bahan makanan kemasan yang dibekukan, tinggal dipanaskan dalam microwave jika akan disantap.

Michael Pollan menganjurkan, belilah makanan segar yang dimasak seketika. Juga sayuran dan buah-buahan lepasan yang masih segar, bukan yang sudah dalam kemasan. Di supermarket sering dijual kentang, tomat, sayuran, jamur, bawang yang sudah dikemas dalam plastik atau alumunium foil. “Jangan membeli yang itu,” kata Michael Pollan. “belilah bahan makanan segar dan lepasan, lalu dimasak sendiri di rumah atau dimasakkan seketika di situ.”

Salah satu yang paling dikecam Michael Pollan adalah air minum kemasan. Air minum kemasan sekarang ini sangat populer, karena praktis,dan diklaim higienis, sehat, tidak mengandung zat kimia yang berbahaya. Benarkah demikian? Penelitian mutakhir menyebutkan bahwa plastik kemasannya jika kena panas akan mengeluarkan sejenis zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Solusi : sebaiknya memasak sendiri air minum di rumah, tidak membeli yang kemasan. Dan memasak sendiri makanan dan camilan, tidak membeli yang sudah jadi dan siap santap di supermarket.

5. Kurangi pemborosan

Perhitungkan pembelian bahan makanan, agar tidak terlalu lama disimpan. Pembelian bahan makanan berlebihan rawan tidak terpakai sehingga membusuk dan jadi sampah. Selain pemborosan uang juga mencederai lapisan ozon, karena sampah yang membusuk akan mengeluarkan gas CO2 atau gas rumah kaca yang berbahaya bagi kesehatan tubuh dan bagi lapisan ozon.

Solusi : Belilah bahan makanan dalam jumlah yang pas habis disantap/dimasak untuk hari itu. Penyimpanan paling lama untuk 2 hari. (bersambung)

Check Also

Ada 600.000 Anak-Anak Meninggal Akibat Pencemaran Udara Tiap Tahun

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa pencemaran udara telah membunuh sekitar 600.000 anak-anak tiap tahunnya.  …