Home / GREEN LIVING / Plastik Picu Kegemukan, Benarkah?
FOTO | Dok. www.priceza.co.id

Plastik Picu Kegemukan, Benarkah?

Hati-hati memilih kemasan makanan. Sebisa mungkin hindari memilih kemasan plastik, karena dikhawatirkan mengandung senyawa kimia berbahaya pemicu gangguan kesehatan! 

Sehatalami.co ~ Saatnya berhati-hati memilih kemasan makanan yang mengandung bisphenol A (BPA), senyawa kimia organik yang terdapat dalam bahan pengemas makanan, makanan kaleng, plastik, wallpaper, kertas bon, dan botol plastik.  Semakin banyak terkena paparan BPA akan berdampak buruk pada kesehatan.

Arya Sharma , MD, PhD dari University of Alberta, USA, menyebutkan bahwa paparan BPA mempengaruhi hormon yang mengontrol berat badan dan meningkatkan produksi lemak tubuh.

Komponen BPA tersebut tertimbun dan berakumulasi di sel lemak dalam kurun watu yang lama, lalu mengubah metabolisme lemak tubuh yang memicu kegemukan.

Produk dan botol plastik bayi yang mengandung BPA sudah dilarang digunakan di berbagai negara. Pilihlah bahan makanan segar, jelas lebih baik daripada produk awetan.

Beberapa istilah plastik kemasan yang penting

Beberapa istilah plastik kemasan sering dimanfaatkan sebagai wadah atau tempat menyimpan makanan. Bentuknya bervariasai mulai dari kaku, sampai yang fleksibel, yang kaku sering dimanfaatkan sebagai wadah makanan dan minuman. Sementara plastik fleksibel lebih banyak digunakan untuk menyimpan makanan padat. Jenis-jenis plastik kemasan berdasarkan materialnya adalah sebagai berikut:

Polypropylene: Karakteristiknya kaku, kuat, dan tahan panas serta kelembapan. Jadi sering digunakan sebagai wadah untuk menyimpan makanan panas. Biasanya juga sering digunakan untuk botol saus, yogurt, dan sirop.

Low Density Polyethylene: Ini adalah jenis plastik yang kuat, fleksibel, tahan kelembapan, dan mudah didaur ulang. Biasanya digunakan untuk kemasan roti, kemasan makanan beku, botol makanan yang bisa dipencet (seperti madu dan mustard), dan wadah penyimpanan makanan.

Polystyrene: Adalah styrofoam yang sulit untuk didaur ulang. Wadah plastik berbahan polystyrene misalnya adalah piring, mangkuk, dan gelas sekali pakai.

READ  Eco-Driving, Cara Sehat Berkendara 

Poly Vinyl Chlorine: Jenis material plastik yang juga sulit untuk didaur ulang dan biasanya digunakan untuk botol minyak goreng.

Polyethylene Terephthalate: Masuk dalam golongan poliester. Jenis plastik ini banyak digunakan sebagai bahan wadah plastik karena memiliki kejernihan dan bersifat kuat namun ringan. Lebih sering digunakan untuk botol air minuman dan soda.

High Density Polyethylene: Plastik ini memiliki karakteristik kaku, kuat, dan tahan terhadap suhu tinggi dan kelembapan. Biasanya digunakan untuk botol susu, jus dan minuman-minuman kental lainnya.  (SA) 

Check Also

5 Cara Memperkecil Jejak Ekologi demi Masa Depan Bumi yang Lebih Ramah

Contoh menanam sayur dan buah yang bisa Anda konsumsi sendiri. Cara ini mengurangi semua energi dan …