Home / HOLISTIC LIVING / Positif Thinking :  Jalan Mulus untuk Sukses di Tempat Kerja
FOTO | Dok. www.careermetis.com

Positif Thinking :  Jalan Mulus untuk Sukses di Tempat Kerja

Pemikiran positif yang biasanya datang dengan optimisme adalah bagian penting dari manajemen stres yang efektif. Bermanfaat untuk kesehatan dan karir yang lancar. Apakah keterampilan berpikir posotif bisa dipelajari?

Sehatalami.co ~ Mana kira-kira dari dua kandidat yang akan Anda pilih untuk promosi jika keduanya memiliki kapasitas dan kompetensi yang sama, orientasi karir dan sukses yang juga  sama baik. Bedanya, kandidat A periang dan lebih positif dalam memandang setiap masalah, sementara kandidat B  self oriented, cenderung menutup diri dan negatif thinking.

Jika kandidat A lebih solutif, proaktif, memiliki empati dan peduli sesama. Kandidat B, harus melihat jelas dahulu apakah untungnya, sebelum bersedia mengerjakan proyek dan atau memberi solusi kepada tim dan teman.

Kedua kandidat, mungkin memiliki mimpi dan alasan yang sama untuk suskes. Namun, caranya dia bersikap dan memandang setiap tantangan, bisa saja menjadi pembeda dari jenis dan sukses yang dia peroleh.

Jika diminta memilih, mungkin akan lebih banyak kecenderungan yang memilih kandidat dengan pola pikir positif sebagai teman. Dan untuk alasan, organisasi pastilah kandidat dengan pola pikir positif akan menempati urutan teratas untuk diberi promosi.

Situasi kerja kantor 

Situasi dan suasana tempat kerja memang tidak selamanya sesuai dengan keinginan kita. Sering kali kita mendengar nada sinisme dan komentar negatif dari rekan kerja. Atau  sikap tidak menghargai terhadap prestasi kerja yang kita lakukan. Tidak jarang, situasi tidak menyenangkan tersebut berpengaruh negatif terhadap semangat dan motivasi kerja tim.

Penelitian yang dilakukan oleh Professor Russell Johnson dari Michigan University menemukan, komentar negatif yang digabungkan dengan strategi bisnis dan kerja akan menyebabkan sikap defensif, kelelahan mental, dan pada akhirnya menurunkan kinerja.

READ  Terapi Chronic Fatigue Syndrome

Menurut Professor Russell Johnson, karyawan yang terlalu sering berbuat kesalahan dan sering menjadikan kekurangannya sebagai acuan, maka akan merasakan ketegangan dalam setiap hubungan mereka di kantor. Johnson juga menyarankan Anda agar selalu berpikir dua kali setiap ingin melakukan kritik kepada setiap rekan kerja Anda yang berbuat kesalahan.

“Pesan ini bukan untuk berhenti meningkatkan kekhawatiran dalam kekhawatiran di perusahaan. Tetapi, dengan tidak mengkritik itu bisa sangat bermanfaat. Meski begitu, sikap terus berfokus pada hal yang negatif dapat memiliki efek yang merugikan bagi Anda,” kata Johnson, seperti dikutip, dari laman Shape. (bersambung). 

Check Also

Rahasia Etos Kerja Tinggi, Adakah Reward Khusus?  

Karyawan dengan potensi tinggi tidak selalu memiliki kinerja baik. Ada banyak kasus, karyawan tidak mampu …