Home / HOLISTIC LIVING / Kebahagiaankah yang Membuat Orang Sukses atau Sebaliknya, Sukses yang Membuat orang Merasa Bahagia?
FOTO | Dok. Skip Prichard

Kebahagiaankah yang Membuat Orang Sukses atau Sebaliknya, Sukses yang Membuat orang Merasa Bahagia?

Benarkah kebahagiaan yang menyebabkan orang sukses, bukan sebaliknya; sukses yang menyebabkan orang bahagia? Lalu bagaimana menciptakan kebahagiaan di lingkungan kerja, sehingga bisa membantu karyawan tumbuh dan sukses?

Sehatalami.co ~ Pernahkah kamu mendapat curhat dari teman di lingkungan kerja yang mengeluhkan kondisi kantor dan ingin pindah mencari kerja di perusahaan lain. Jika ditelisik lebih jauh, masalah yang sebenarnya biasanya karena teman tersebut merasa tidak mendapatkan kebahagiaan di tempat kerja.

Nah, dalam kontek hubungan industrial; hubungan antara karyawan dan lingkungan kerja atau organisasi ketidak-bahagiaan karyawan di lingkungan kerja ini, sering dikaitkan dengan  kurangnya kemelekatan (engagement) karyawan terhadap organisasi atau perusahaan karena beberapa hal.

Problem engagement ini ternyata menjadi tema utama di banyak perusahaan. Sebuah survai yang dilakukan oleh Tower Watson (2014), terhadap kinerja atau performance management 250 perusahaan di Indonesia, menyebutkan 3/4 dari karyawan dengan potensi tinggi, memiliki masalah dengan kenyamanan bekerja. Dari survai tersebut, juga diketahui bahwa para pekerja ini memiliki rencana untuk pindah dari posisinya saat ini dalam dua atau tiga tahun ke depan.

Lingkungan kerja nyaman

Saat ditanya apa yang menjadi pertimbangan, kebanyakan dari mereka atau sebesar 66 persen, menjawab bahwa gaji yang lebih kompetitif, organisasi perusahan yang ideal, jaminan karir yang kurang baik, dan lingkungan kerja  nyaman serta fasilitas benefit yang ditawarkan menjadi alasan mereka untuk meninggalkan perusahaan.

Workshop: The Real Happinness and High Performance at Work | Berasama : Daisy M.E. Suhari | MSi,  Human Capital & Knowledge & Psikolog, UI | Jumat, 15 Maret 2019| Register Now! Erik  | +62 813 8084 1716

Yang menarik, 40 persen dari 66 pesen jumlah karyawan tersebut adalah mereka yang tergolong memiliki talenta tinggi. Yaitu mereka yang tergolong high potential; memiliki kemampuan belajar yang baik dan masih muda.

Kedua, high performance atau memiliki kinerja bagus dan energik. Setiap tahun nilainya 4 dari skala 1-5. Ketiga, individu yang fleksibel atau sering diistilahkan dengan talend mobility – bersedia dipindah, bahkan antar pulau.

Workshop: INNER BEAUTY AND HAPPINESS CHARM

Dalam survai lain yang dilakukan oleh Tower Watson ( 2015),  terhadap jaminan karir di tempat kerja bagi para talent potensial, sebagian besar menjawab bahwa jika mereka ingin karirnya naik, maka mereka harus pindah atau mencari tantangan di perusahaan lain, karena di tempat kerja sekarang jenjang dan jaminan karir mereka kurang diakomodasi. (bersambung) 

Check Also

Kanker, Penyebab dan Metode Terapinya

Metode pengobatan kanker yang baku adalah operasi, radioterapi, dan kemoterapi. Secara umum, kanker stadium dini …