Home / LIFE STORY / Riskesdas 2018: Begini Data Status Gizi Kesehatan Indonesia 2018
FOTO | Dok. www.depkes.go.id

Riskesdas 2018: Begini Data Status Gizi Kesehatan Indonesia 2018

Riskesdas 2018 dilakukan terhadap 300.000 sampel rumah tangga (1,2 juta jiwa) telah menghasilkan beragam data dan informasi yang memperlihatkan wajah kesehatan Indonesia 2018. 

Sehatalami.co. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan telah menyelesaikan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Riset kali ini juga dilakukan secara terintegrasi bersamaan dengan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas)  oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2018.

Riskesdas terintegrasinya ini sangat penting karena dimungkinkan analisis yang lebih mendalam.  Terhadap status kesehatan yang juga bias dilihat dari faktor sosial dan ekonomi, sehingga informasi yang dihasilkan lebih komprehensif.

Melalui Riskesdas yang terintegrasi ini juga didapat angka Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM), untuk mengetahui perubahan pencapaian sasaran pembangunan kesehatan di setiap level wilayah, dari tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun nasional.

Pengumpulan data Riskesdas 2018 dilakukan terhadap 300.000 sampel rumah tangga (1,2 juta jiwa) telah menghasilkan beragam data dan informasi yang memperlihatkan wajah kesehatan Indonesia 2018.

Data dan informasi ini meliputi Status Gizi; Kesehatan Ibu; Kesehatan Anak; Penyakit Menular; Penyakit Tidak Menular, Kesehatan Jiwa, dan Kesehatan Gigi Mulut; Disabilitas dan Cidera; Kesehatan Lingkungan; Akses Pelayanan Kesehatan; dan Pelayanan Kesehatan Tradisional. Berikut ini rinciannya.

Status Gizi

Riskesdas 2018 menunjukkan adanya perbaikan status gizi pada balita di Indonesia. Proporsi status gizi sangat pendek dan pendek turun dari 37,2 persen (Riskesdas 2013) menjadi 30,8 persen (2018). Demikian juga proporsi status gizi buruk dan gizi kurang turun dari 19,6 persen (Riskesdas 2013) menjadi 17,7 persen (2018).

Namun yang perlu menjadi perhatian adalah adanya tren peningkatan proporsi obesitas pada orang dewasa sejak tahun 2007 sebagai berikut. Proporsi obesitas orang dewasa tahun 2007 sebesar 10,5 persen (Riskesdas 2007), meningkat menjadi 14,8 persen (Riskesdas 2013) dan  kini berada di angka 21,8 persen (Riskesdas 2018). 

Check Also

Ternyata Usia Berpengaruh Dalam Melepaskan Diri dari Ketergantungan Minum- minuman Beralkohol

Sebuah peringatan bagi para pecandu alkohol. Semakin tua usianya semakin sulit untuk berhenti dari ketergantungan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *