Home / HOME FOR SHARING / Sikap Ortu Menghadapi “Topan dan Badai” Si Anak Remaja
FOTO | Dok. bigguy.gq

Sikap Ortu Menghadapi “Topan dan Badai” Si Anak Remaja

  • Di masa remaja, memang ada usaha uutuk mencapai originalitas/identitas dirinya sendiri. Alasan inilah yang membuat anak mencoba melepaskan diri dari lingkungan keluarganya, dan di saat yang sama dibarengi dengan gerak mendekat ke teman-teman sebaya.
  • Penyebab lain menjauhnya seorang remaja dari orangtuanya adalah karena merasa orang dewasa tidak bisa mengerti mereka, dan hanya teman-teman sebayanyalah yang bisa memberikan pengertian. 

Sehatalami.co ~ Masa remaja – yang dimulai dari usia 12 – 15 tahun (disebut sebagai masa remaja awal), dilanjutkan di usia 15-18 tahun (disebut sebagai masa remaja pertengahan),  dan berakhir pada usia 18 – 21 tahun (yang disebut masa remaja akhir)  – memang berbeda dari masa kanak-kanak.

“Beda dalam hal kemampuan berpikir, hormonal, perkembangan fisik, juga perkembangan sosial emosionalnya,” ungkap Octaviani Indrasari Ranakusuma, Psi, M.Si, dosen Fakultas Psikologi Universitas YARSI, Jakarta Pusat sebagaimana dikutip dari majalah kesehatan holistik Nirmala.

Meski begitu, sikap orangtua tidak harus panik, namun justru menjadikannya sebagai tantangan untuk tumbuh bersama sang anak, sehingga orangtua (ortu) tidak harus pusing menghadapi anak-anak yang memasuki usia remaja. Jangan sampai bersikap seperti menghadapi masa ‘thunder-and-storm’, suatu masa yang penuh gemuruh layaknya topan badai.

Sebab apa yang dimasalahkan sejatinya berkisar dari masalah sepele saja. Konflik antara orangtua dengan remaja jarang sekali menyangkut sesuatu yang besar atau serius. “Sebetulnya konfliknya tidak betul-betul serius. Dalam sebuah wawancara terhadap 1000 orang remaja dan orangtuanya, perbedaan pendapat antara orangtua dan anak berkisar pada masalah penampilan, pemilihan teman, dan jam pulang pada malam hari,” katanya.

1. Jika Si Remaja menjauh dari orangtua, dan menganggap teman is the best!

Di masa remaja, memang ada usaha utuk mencapai originalitas/identitas dirinya sendiri. Alasan inilah yang membuat anak mencoba melepaskan diri dari lingkungan keluarganya. Gerak menjauh dari orangtua ini biasanya dibarengi dengan gerak mendekat ke teman-teman sebaya. Para remaja ini berada dalam situasi yang sama; sama-sama berusaha mencari kebebasan. Mereka merasa satu dan saling mengisi.

READ  Ini Dia Makanan dan Minuman Yang Tidak Boleh Disimpan Dalam Lemari Es

Namun,perlu diingat bahwa penyebab lain menjauhnya seorang remaja dari orangtuanya adalah karena merasa orang dewasa tidak bisa mengerti mereka, dan hanya teman-teman sebayanyalah yang bisa memberikan pengertian. 

Check Also

4 Kiat Sehat Hadapi Anak Hipersensitif

Anak yang sangat sensitif biasanya mempunyai keahlian tertentu yang harus diasah sedini mungkin. Benarkah, bagaimana …