Home / HOLISTIC LIVING / The Law of Compensation : Setiap Kontribusi Pasti Ada Kompensasinya

The Law of Compensation : Setiap Kontribusi Pasti Ada Kompensasinya

Apa itu law of compensation? Law of compensation – yang diperkenalkan oleh Ralph Waldo Emerson, seorang penyair dan penulis di abad ke-19 – adalah salah satu “hukum” dalam kehidupan yang paling mendasar dan penting. Emerson, dalam esainnya yang berjudul “compensation” menuliskan bahwa setiap orang akan mendapatkan kompensasi sesuai dengan kontribusi yang telah diberikannya.


Dengan kata lain, menurut Bryan Tracy, penulis dan pembicara di bidang pengembangan potensi manusia, setiap usaha yang kita lakukan, dan juga kontribusi kita pada hal apapun di sekitar kita, berupa apapun itu, seberapa banyak, dan juga seberapa sedikit, pasti akan mendapatkan balasan atau kompensasinya.

Apa gunanya hukum ini dalam hidup manusia?

Alan A. Rowbotham menyebutkan, pemahaman manusia akan adanya hukum kompensasi ini akan membuat manusia selalu berusaha untuk menyingkirkan hal-hal buruk dari pikirannya, dari kata-katanya, juga dari tindakannya. “Karena seorang pencuri sama artinya dengan mencuri dari dirinya sendiri, seorang pembohong sama artinya berbohong pada dirinya sendiri, dan seorang yang kejam berarti menyakiti dirinya sendiri,” jelas Rowbotham

Sebaliknya, orang akan terus berusaha melakukan hal-hal baik. “Karena kebaikan akan menambahkan hal baik dalam hidupnya, memberi pada orang lain sama dengan memberi untuk dirinya sendiri, karena hukum ini menjamin, siapa yang memberikan sesuatu akan menerimanya juga, apa yang dilakukannya pada orang lain, perlakuan itulah juga yang akan diterimanya,” tegas Rowbotham.

Apakah law of compensation benar-benar ada?

Konsep hukum ini sebenarnya sudah dikenal di segala kalangan, bahkan dalam masyarakat yang paling tradisional sekalipun. Di beberapa budaya, law of compensasation ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan apa yang dikenal sebagai ‘karma’. Sementara di kalangan ilmuwan, law of compensation mungkin bisa disebut sebagai hukum sebab-akibat atau hukum aksi dan reaksi.

Memang, Alan A. Rowbotham dalam tulisannya tentang law of compensation mengakui, banyak orang yang meragukan kebenaran dari hukum kompensasi ini, karena seringkali prosesnya berjalan sangat lambat. Beberapa orang juga percaya bahwa hukum kompensasi ini tampaknya tidak terjadi secara konsisten dalam kehidupan ini.

Meski begitu, Rowbotham menegaskan, bahwa hukum kompensasi ini ada dalam setiap hal yang dilakukan manusia, baik yang kita ketahui atau tidak, entah kita bisa melihatnya atau tidak. “Dalam setiap detik kehidupan kita, kita memanen apa yang kita tanam, baik itu baik maupun buruk. Dan hukum kompensasi ini menjamin bahwa setiap kebaikan akan mendapatkan hadiah, sementara setiap kesalahan akan dikoreksi,” tegas Rowbotham.

Jadi, apa yang kita bisa lakukan agar hidup lebih optimal dengan adanya hukum kompensasi?

1. Tingkatkan nilai diri Anda
Dikatakan oleh Tracy, penulis buku best seller Eat That Frog, bahwa hukum kompensasi dengan jelas mengatakan bahwa dalam jangka panjang sekalipun, Anda tidak bisa menerima kompensasi lebih daripada yang sudah Anda berikan. “Pendapatan Anda hari ini adalah kompensasi atas apa yang telah Anda lakukan di masa lalu. Jadi, jika Anda ingin meningkatkan kompensasi yang Anda terima, maka Anda harus meningkatkan nilai dari kontribusi Anda, dari sekarang,” tegas Tracy. (bersambung)

Check Also

Ayo Kenali Penyebab Kulit Kusam Anda

Tentu Anda akan merasa tergagnggu dengan kulit kusam. Memang banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kulit …