Home / LIFE STORY / You are What you Eat, Apa Seh Maknanya?
FOTO | Dok. Telos Strength & Conditioning

You are What you Eat, Apa Seh Maknanya?

Selain berpengaruh terhadap kesehatan, ternyata menurut penelitian kebiasaan kita makan dapat berpengaruh terhadap sikap dan kepribadian kita. Bagaimana hal ini bisa terjadi?  

Sehatalami.co ~ Anda adalah apa yang Anda makan. Kalimat ini sudah sering kita dengar. Namun kita sering tidak memahami maknanya, sehingga saat memilih makanan kita hanya memilih sesuai selera lidah, yang belum tentu dibutuhkan oleh tubuh kita.

Lebih dari itu, selain berpengaruh terhadap kesehatan, ternyata menurut penelitian kebiasaan kita makan dapat berpengaruh terhadap sikap dan kepribadian kita.

Info lain yang perlu Anda tahu, ternyata rupa dan bentuk makanan sering tidak identik dengan kandungan dan nilai gizinya. Misalnya pada roti tawar putih atau roti tawar cokelat. Juga ada info baru terkait dengan ekstrak dauh teh hijau. Lebih lanjut bacalah rangkuman dan pilihan-pilihan info singkat dan penting berikut ini.

1. You are what you eat

Percaya atau tidak, ternyata ada hubungan antara pilihan makanan dan kepribadian. Ini dibuktikan melalui sebuah penelitian di Amerika Serikat yang dimuat dalam Journal of Nutrition and Dietetics.

Orang yang memilih makanan sehat seperti buah, sayuran, serta makanan rendah lemak dan rendah gula, terlihat lebih menarik secara fisik, lebih ramah, lebih care, dan lebih baik hati dibandingkan orang yang memilih makanan tinggi lemak dan kurang sehat seperti makanan yang digoreng.

Jadi, jika Anda memutuskan ingin memiliki kepribadian yang baik, ucapkan selamat tinggal pada gorengan. Mulai sekarang pilihlah salad, daging tanpa lemak, dan buah.

2. Ekstrak Teh Sahabat Penderita Kanker

Ada kabar baik bagi penderita kanker yang menjalani radioterapi. Ekstrak teh ternyata bermanfaat mengobati kerusakan kulit akibat efek samping radioterapi. Demikian hasil penelitian yang dimuat  dalam jurnal BMC Medicine.

Frank Pajonk, peneliti dari University of California, Amerika Serikat, menyatakan bahwa efek dari ekstrak teh hijau dan teh hijau dapat mengurangi durasi kerusakan kulit akibat radiasi hingga 5-10 hari. Ekstrak teh yang kaya polifenol akan menghambat proses inflamasi atau peradangan dalam sel dengan mengurangi pengeluaran komponen cytokine, pencetus inflamasi. Ekstrak teh hijau terbukti lebih efektif dibanding teh hitam karena mengandung lebih banyak polifenol. (bersambung). 

READ  Menyadari Proses Penuaan Secara Wajar

Check Also

Osteoporosis, Tak Hanya Karena Kurang Kalsium!

Sepanjang hidup, tulang terus-menerus mengalami proses regenerasi. Proses pembentukan tulang baru dilakukan oleh osteoblas, sedang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *