Home / Adhika Dwita Dibyareswati / Manakah Pilihan Biskuit yang Lebih Sehat untuk Penderita Diabetes?
FOTO | Dok. nutrisnax.ie/diabetic-biscuits

Manakah Pilihan Biskuit yang Lebih Sehat untuk Penderita Diabetes?

Bagi penderita diabetes sangat penting untuk memilih makanan ringan yang memiliki kadar gula rendah yang akan membantu menjaga kadar glukosa darah Anda pada kisaran normal.

Pertanyaan:

Dear Dr. Dhika,

Saya memiliki orangtua dengan diabetes. Diet rendah gula sudah lama kami terapkan dan hasilnya cukup mengendalikan kadar gula darah, meski kadang karena sering tanpa pengawasan, orangtua sering tidak mematuhi pola makan yang sudah dokter sarankan.

Hal yang saya khawatirkan adalah karena orangtua saya suka dan hoby ngemil. Terutama roti biskuit di pagi hari. Meski sudah dibatasi konsumsinya, namun kadang kesulitan memilih jenis roti yang aman. Sebagai catatan orangtua kami juga rajin senam/olahraga setidaknya tiga kali dalam seminggu. Pertanyaannya, adakah jenis roti atau biskuit yang lebih sehat untuk mereka yang menderita diabetes?

Mohon penceerahannya. Terima kasih atas jawaban dan sharing dari dokter
Salam sehat

Yanti, Jakarta Timur.

Jawab:

Dear Ibu Yanti, sebenarnya Ibu tinggal melanjutkan diet yang telah dikonsultasikan dengan dokter sebelumnya. Terutama terkait dengan pola makan sehat seimbang, dan diet rendah gula. Juga anjuran terkait aktivitas fisik, agar lebih teratur, terukur dan konsisten.

Terkait dengan biskuit, memang agak sulit memilih yang tanpa gula, sebab rerata jenis biskuit tetap mengandung banyak gula. Cari yang rendah atau tanpa gula. Karena bagi penderita diabetes sangat penting untuk memilih makanan ringan yang memiliki kadar gula rendah yang akan membantu menjaga kadar glukosa darah Anda pada kisaran normal.

Namun, jika Anda tidak menemukannya, lebih baik ganti dengan jenis sarapan lain yang lebih sehat dan mengandung banyak serat. Atau jika tidak terhindarkan dari kebiasan memilih cemilan roti biskuit, hal penting yang harus dilakukan adalah membatasi interval waktu makan hingga 1 jam atau kurang, dengan setidaknya 12 jam antara makan terakhir dan awal sarapan.

Anda harus memiliki tidak lebih dari tiga “waktu makan” ini per hari. Alasan membatasi jumlah dan lamanya waktu makan Anda sangat penting berkaitan dengan upaya keluar dari lingkaran setan peningkatan resistensi insulin.

Olahraga bahkan hanya jalan cepat 30 menit sehari, sudah memiliki dampak besar pada pencegahan diabetes. Kuncinya adalah menjadikan olahraga sebagai rutinitas menyenangkan dalam kegiatan sehari-hari. Rekomendasikan: Lakukan olahraga 30 menit di malam hari, 30 menit di sore hari.

Demikian jawaban saya, kiranya dapat membantu menguatkan upaya sehatnya Tetap semangat dan salam sehat selalu. (SA).

Check Also

Tanaman Herbal untuk Mengatasi Problem Kista Ovarium

Apakah kista di indung telur/ovarium tersebut berbahaya atau mempengaruhi rahim/kesuburan. Adakah herba atau tanaman berkhasiat …