Home / HOLISTIC LIVING / Setelah Sesar Ini Yang harus Dilakukan Agar Berat Badan Turun

Setelah Sesar Ini Yang harus Dilakukan Agar Berat Badan Turun

Ada beberapa hal yang dilakukan untuk menurunkan badan usai melahirkan. Apalagi bagi mereka yang melakukan dengan operasi sesar.

SehatAlami.co- Cristina Munoz, MD, seorang profesor rekanan di bagian kebidanan umum dan ginekologi di Universitas North Carolina menyebutkan bahwa tubuh membutuhkan hingga 12 minggu untuk pulih sepenuhnya setelah operasi sesar. Hal ini  lebih lama dibanding proses melahirkan alami yang cuma perlu waktu enam sampai delapan minggu.

Operasi sesar termasuk operasi besar. Pada saat jahitan sembuh, rahim akan kembali ke ukuran normal. Tubuh akan melepaskan cairan tambahan yang disimpan selama kehamilan. Meski begitu, menunggu tubuh kembali ke ukuran awal merupakan proses yang tidak nyaman. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan berat badan secara sehat yang dilansir laman antaranews.

  1. Sabar : Anda tidak boleh melakukan aktifitas yang berlebihan setelah operasi sesar. Anda harus sabar dan priortiaskan kesehatan dengan makanan yang sehat dan minum air putih yang banyak hingga tubuh benar-benar pulih.
  2. Menyusui : Ternyata menyusui dapat membakar sekitar 300 hingga 500 kalori per hari. Menurut American College of Obstetricians and Gynaecologists (ACOG), ibu menyusui butuh sekitar 2.500 kalori per hari menurut. Kurang dari itu dapat memengaruhi suplai ASI Anda, dan pada gilirannya, memengaruhi bayi Anda. Jadi jangan sampai Anda memangkas kalori demi mendapatkan tubuh ideal, tetap makan seperti biasa namun pilihlah makanan sehat dan berat badan akan mulai berkurang dengan sendirinya.
  3. Jangan diet : Anda harus fokus pada makanan padat nutrisi, seperti buah-buahan, sayur-mayur, dan biji-bijian. Bukan waktu yang tepat untuk membatasi makanan, jadi cobalah untuk mempertimbangkan cara untuk menambahkan nutrisi ke dalam hari Anda.
  4. Tidur cukup : Kurang tidur tidak hanya akan memengaruhi produksi ASI, tetapi juga metabolisme, pilihan makanan, dan rasa lapar. Jika Anda tidak cukup tidur, Anda akan tergoda untuk ngemil.
  5. Minum air yang cukup : Minum air yang cukup sangat penting untuk produksi ASI Anda. Minum air juga efektif untuk menahan keinginan ngemil. Tubuh pasca-persalinan membutuhkan lebih banyak cairan daripada yang lain karena begitu banyak air yang mengalir ke bayi. Direkomendasikan hindari minuman berkalori tinggi seperti jus yang sering memiliki banyak kalori dan sedikit serat.
  6. Jangan pakai korset : Jangan pakai korset, stagen atau alat pengekang perut apa pun pasca-kehamilan, Ikat pinggang atau korset pasca-kehamilan hanya akan melemahkan otot-otot perut, karena otot akan bergantung pada sesuatu yang lain untuk menopang mereka tetap di tempatnya.
  7. Fokus pada latihan stabilitas : Latihan-latihan yang lebih fokus pada stabilitas memungkinkan ibu-ibu yang melahirkan dengan operasi sesar bisa membangun kembali dan memperkuat otot perut dan dasar panggul mereka. Meskipun Anda tidak melahirkan bayi Anda secara normal, dasar panggul Anda masih mengalami trauma. Fokus pada latihan yang membawa seluruh tubuh Anda, bukan hanya perut Anda, ke kondisi paling sehat.
  8. Lindungi perut tiap saat : Jika seseorang mengalami operasi sesar maka kemungkinan besar mengalami diastasis recti atau kondisi di mana otot-otot pada perut Anda mengalami pemisahan yang disebabkan oleh tekanan yang terjadi dalam perut. Selain bisa menyebabkan sakit di bagian perut, diastasis recti juga bisa menyebabkan sakit punggung, inkontinensia stres urin, dan disfungsi dasar panggul. Itu artinya berhati-hati menjaga bagian perut Anda, bahkan ketika Anda tidak berolahraga. Jaga agar tulang belakang netral dan bahu Anda tetap rileks. Jangan lakukan sit up atau gerakan apa saja yang membuat Anda mendorong perut Anda ke depan
READ  Mengapa ASI Penting di Masa Awal Kelahiran? 

Check Also

7 Cara Mencegah Keriput dan Tanda Penuaan Dini pada Kulit

Temukan pelembab yang sesuai untuk melindungi kulit Anda. Misalnya pelembab dengan kandungan  asam alfa-hidroksi (AHA) …